Sains
Ini Sebabnya Bayi Jerapah Bisa Langsung Berjalan Sesaat Setelah Dilahirkan
Sebagian besar anak jerapah yang baru lahir beratnya sekitar 220 pon atau sekitar 99kg dengan tinggi lebih dari enam kaki atau mencapai 1,8 meter
Salah satu alasan manusia berjalan begitu lama adalah karena kita dilahirkan dengan kepala yang relatif besar untuk menyimpan otak.
Di situlah sebagian besar energi perkembangan terkonsentrasi.
Tetapi pada jerapah, dan hewan lain yang menjadi incaran banyak predator, energi terkonsentrasi itu digunakan untuk pengembangan otot.
Lebih penting bagi mereka untuk menjadi cepat daripada menjadi pintar.
Ancaman Bahaya
Stephanie Fennessy, pendiri Giraffe Conservation Foundation sendiri menyoroti jika tingkat kematian untuk jerapah yang baru lahir sendiri bisa mencapai 50 persen atau lebih di daerah dengan kepadatan pemangsa tinggi.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kematian mereka.
Salah satunya adalah gerakan canggung anak-anak jerapah yang baru pertama kali belajar berjalan.
"Langkah awal yang kikuk dan pergerakan mereka selama beberapa hari pertama tampaknya menjadi daya tarik bagi pemangsa," kata Fred Bercovitch, direktur eksekutif Save the Giraffes.
Sementara Bercovitch menjelaskan anak jerapah harus mengikuti induk mereka setelah lahir untuk menemukan makanan bergizi.
Singa dan hyena termasuk predator paling berbahaya bagi jerapah muda.
Jika terjadi serangan, induk akan berdiri didepan anak-anaknya dan menendang ke arah kumpulan predator tersebut.
Induk jerapah memang ahli dalam menyembunyikan anak-anak mereka namun tetap ada kondisi yang akhirnya menjauhkan para induk dari anak.
Baca: Wah, Binatang Jerapah Diprediksi Segera Punah dari Bumi
Seperti air dan juga makanan, mau tidak mau membuat induk meninggalkan anak selama beberapa jam.
Saat inilah merupakan saat paling rentan bagi anak untuk diserang predator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jerapah_natgeo_20160701_091130.jpg)