Magelang

Meresahkan, Karaoke 'Las Vegas' di Magelang Disegel Warga

Puluhan warga Desa Sumberejo, dan Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menggeruduk dan menyegel tempat kafe dan karaoke 'Las Vegas'

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Rendika Ferri Kurniawan
Puluhan warga dari Desa Sumberejo, dan Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menggeruduk dan menyegel tempat kafe dan karaoke 'Las Vegas' yang ada di Danurejo, Jalan Magelang-Yogyakarta, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan warga dari Desa Sumberejo, dan Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menggeruduk dan menyegel tempat kafe dan karaoke 'Las Vegas' yang ada di wilayah setempat, Jumat (31/8/2018).

Tempat karaoke disegel secara sepihak oleh warga yang kurang nyaman karena sering terjadi keributan di lokasi tersebut.

Baca: Fadli Zon: Bawaslu Tak Adil Loloskan Bakal Caleg Eks Koruptor

Koordinator aksi, Anang Pamudin, mengatakan, awal mula permasalahan adalah warga Desa Sumberejo dan Danurejo yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan adanya tempat karaoke 'Las Vegas' tersebut.

Kafe dan karaoke tersebut kerap menimbulkan keributan di lingkungan wilayahnya.

"Permasalahan warga Sumberejo dan Danurejo yang tidak nyaman dan terganggu adanya tempat tersebut. Karena kerap menimbulkan kebisingan. Jam buka sampai pukul 02.00 pagi. Pengunjung yang mabuk, muntah, bahkan ada perkelahian dengan senjata tajam," kata Anang, Jumat (31/8/2018) saat melakukan penyegelan tempat karaoke bersama warga.

Baca: Gasak Motor dan Smartphone di Tempat Pijat Refleksi, Komplotan Pencuri Ditangkap Polisi

Anang mengatakan, beberapa kali warga melakukan pertemuan dan menegur pihak pengelola tempat karaoke atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Namun, permasalahan terus terjadi. Warga yang geram pun melakukan aksi unjuk rasa dan penyegelan tempat karaoke itu.

"Kami melakukan unjuk rasa, memasang spanduk penolakan, dan menyegel kafe dan tempat karaoke tersebut. Kami juga tidak ingin ada intimidasi lagi kepada warga," tutur Anang. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved