Bantul

Budi Daya Bawang Merah Biji Diharapkan Jadi Solusi bagi Petani

Prospek budi daya bawang merah biji di lahan pasir, Pantai Samas, Srigading, Bantul cukup bagus dan menggembirakan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala BPTP DIY Joko Pramono ketika memberikan keterangan seusai panen bawang merah biji di lahan pasir Pantai Samas, Srigading, Sanden Bantul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY, Joko Pramono, berharap budi daya bawang merah biji di lahan pasir Pantai Samas, Bantul, bisa menjadi solusi bagi para petani bawang merah.

Menurutnya, kendala yang sering dihadapi oleh para petani khususnya petani bawang merah adalah ongkos pembelian bibit (umbi) yang mahal.

Baca: Bupati Bantul Panen Raya Bawang Merah Biji di Lahan Pasir Pantai Samas

"Bawang merah biji ini sangat murah. Sehingga diharapkan bisa menjadi solusi dari tingginya biaya bibit yang mahal," terang Joko, seusai panen raya bawang merah biji di lahan Pantai Samas, Bantul, Rabu (29/8/2018).

Diungkapkan Joko, prospek budi daya bawang merah biji di lahan pasir, Pantai Samas, Srigading, Bantul cukup bagus dan menggembirakan.

Hal ini terbukti dengan hasil panen pertama yang melimpah.

"Budi daya ini memang sengaja kita lakukan di lahan pasir pantai yang tergolong kurang subur. Di lahan ini kita upayakan, kita kembangkan teknologi pembenah tanah, seperti kompos, supaya pasirnya cocok," ungkap dia.

"Hasilnya cukup baik. Bisa tembus 15 ton (perhektar). Hasil ini akan terus kita tingkatkan," imbuhnya.

Selain harga bibit yang murah.

Setelah ditanam, bawang merah biji juga memiliki kualitas yang cukup baik.

Dilihat dari hasil panen, menurut Joko, bawang merah biji memiliki tekstur umbi yang keras.

Warnanya mengkilap merah dan bagus.

"Meski demikian kita memang ada sedikit kendala. Karena biji bawang merah ini tidak bisa di produksi di kota Yogya," ungkap dia.

Karena, menurutnya, persyaratan untuk bisa memproduksi biji bawang merah, harus berada di lahan dengan ketinggian minimal di atas 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Lahan itu harus memiliki cuaca dingin, sehingga biji bisa mikro klimaks dan bagus untuk ditanam.

"Yogyakarta kurang dari 1000 mdpl. Saya sudah coba ke Kaliurang. Di sana cuma sekitar 700 mdpl," terang dia.

Sebab itu, untuk memproduksi biji bawang merah, pihaknya mengaku akan berupaya menjalin kerjasama dengan daerah lain yang memiliki ketinggian lahan di atas 1000 mdpl.

"Kita akan membuat jejaring di luar daerah. Bisa di Tawangmangu (Klaten) ataupun di Wonosobo," tuturnya.

"Harapannya kalau bawang merah biji ini bisa diterima baik oleh para petani. Kita nantinya produksi biji dari sana. Kemudian tanam di Kota Yogyakarta," lanjut dia.

Baca: Petani Bantul Puas Tanam Bawang Merah Biji

Percobaan Dua Hektar

Selain di Kabupaten Bantul, BPTP juga melakukan uji coba budi daya bawang merah biji di Kabupaten Kulonprogo, tepatnya di kawasan Pantai Trisik.

"Tahap pertama. Kita uji coba dua hektar di DIY. Satu hektar di Bantul dan satu hektar lagi di Kulonprogo, di Pantai Trisik," ujar Joko.

Melalui uji coba bawang merah biji ini, ia menargetkan supaya bisa membantu para petani dalam menurunkan biaya produksi.

Ia menilai, selama ini menjadi petani bawang merah selalu dibayang-bayangi dengan biaya modal besar.

Untuk membeli umbi (bibit) dan pupuk.

"Melalui bawang merah biji ini kita ingin membidik agar biaya produksi petani yang awalnya tinggi, bisa diturunkan dengan biaya serendah rendahnya," terang dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved