Yogyakarta

Banyak Rumah Warga Belum Perhatikan Konstruksi Bangunan Tahan Gempa

Menurut Pengarah BNPB RI ini, masyarakat belum memiliki perhatian untuk membuat rumah yang tahan gempa.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Prof Ir H Sarwidi MSCE PhD saat ditemui wartawan di media Center BPBD DIY, Selasa (28/8/2018) disela penyerahan Alat Peraga Fisik Sederhana SIMUTAGA. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prof Sarwidi, pakar kegempaan sekaligus pemilik museum gempa Sarwidi menuturkan selama ini mayoritas konstruksi rumah yang dibangun kebanyakan masyarakat, khususnya di wilayah DIY, masih tergolong seadanya.

Menurut Pengarah BNPB RI ini, masyarakat belum memiliki perhatian untuk membuat rumah yang tahan gempa.

Kebanyakan masyarakat masih lebih mementingkan keindahan dan estetika desain semata.

"Dengan kemampuan finansial yang terbatas, mayoritas orang menginginkan bangunan yang besar dan indah, sehingga kekuatannya dikorbankan. Tulangan-tulangannya kurang, tembok dalam tidak bagus, tapi yang penting kelihatan mentereng," katanya disela penyerahan alat peraga fisik sederhana Simulasi Ketahanan Gempa Bangunan (Simutaga) kepada BPBD DIY di Media Center, Selasa (28/8/2018).

Baca: BPBD DIY Terima Alat Uji Rumah Aman Gempa

Hal itu menurutnya yang akan berbahaya jika terjadi gempa yang dapat datang sewaktu-waktu.

Dalam bencana alam gempa, menurutnya, munculnya korban jiwa bukanlah akibat dari gempanya namun justru akibat dari konstruksi bangunan yang rapuh sehingga mudah roboh saat terkena goncangan gempa. 

Itulah yang menjadi keprihatinannya sehingga melalui alat simulasi yang dihibahkan kepada BPBD DIY dapat sedikit memberikan edukasi dan gambaran mengenai proses kegempaan serta konstruksi bangunan yang aman dan baik untuk masyarakat dalam hal menahan gempa. 

Baca: UGM Akan Bangun Huntrap Bagi Korban Gempa Lombok

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk mulai sadar dan peduli terhadap konstruksi bangunan terlebih hunian keluarga dan masyarakat umum. 

"Harapan kami, adanya sosialisasi melalui BPBD DIY nanti, masyarakat bisa menuju ke arah sana. Kalaupun tidak, ya mungkin anak-anaknya, atau generasi muda yang tahu," tambah Guru Besar UII Yogyakarta tersebut.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved