Berita Kriminal
Viral Dugaan Aksi Klithih di Banguntapan Bantul, Ini Penjelasan Polisi
Kejadian itu berlangsung di Jalan Kemasan, Salakan, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Selasa (7/4/2026) malam
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Polres Bantul buka suara terkait kabar sejumlah pemuda yang mengalami luka-luka usai dikejar oleh diduga pelaku kejahatan jalanan alias klithih.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, disebutkan narasi sejumlah pemuda jadi korban pelaku aksi klitih yang menggunakan senjata tajam.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kabar tersebut.
Ia memaparkan, kejadian itu berlangsung di Jalan Kemasan, Salakan, Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Kejadian itu dialami oleh tiga korban yakni inisial GTW (29), asal Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta; MPS (26), Warungboto, Kemantren Umbulharjo; dan AEM (30), Gowongan, Kota Yogyakarta," ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Aksi Kekerasan Jalanan di Seyegan Sleman, Seorang Pelajar SMK Tewas Terkena Lemparan Batu
Kronologi Kejadian
Adapun kronologi kejadian tersebut bermula saat tiga korban berboncengan tiga menggunakan motor Yamaha NMAX.
Sepeda motor itu milik korban AEM dan jongki GTW.
Untuk korban MPS berada di tengah, mereka bermaksud akan memancing di barat Jembatan Salakan.
"Sesampainya di selatan Mie Ayam Baso Legendaris, mereka mendapat teriakan tidak pantas. Selanjutnya stang sepeda motor korban ditendang oleh terduga pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic warna hitam," tutur dia.
Ketiga korban pun terjatuh ke aspal dan mengalami luka-luka.
Selanjutnya korban AEM memberikan kabar kepada rekannya bahwa AEM dan rekannya jatuh ditendang oleh terduga pelaku.
"Selang beberapa menit, rekan korban datang bersama rekan- rekannya untuk melakukan pertolongan kepada ketiga korban dan dibawa ke RSPAU Harjolukito Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan medis," terangnya.
Sampai saat ini, korban GTW, dan MPS harus mengalami rawat inap.
Di samping itu, para korban sampai saat ini masih belum membuat laporan ke pihak kepolisian.
"Namun, dari hasil penelusuran, tidak diketemukan alat pancing di sekitar lokasi kejadian perkara. Sampai saat ini, korban belum membuat laporan polisi," tutup dia.(*)
| Bupati Bantul Tanggapi Kasus Tewasnya Ilham: Saya Mengutuk Keras Tindakan Tak Berperikemanusiaan Itu |
|
|---|
| JPW Kecam Pengeroyokan yang Menewaskan Ilham Dwi Saputra, Segera Surati Komisi III |
|
|---|
| Modus Tanya Alamat, Orang Tak Dikenal Tipu dan Gasak Uang Rp4,5 Juta Milik Nenek di Bantul |
|
|---|
| Pesan Tembakau Sintetis via Instagram, Pemuda 22 Tahun di Magelang Diciduk Polisi |
|
|---|
| Modus Tanya Alamat KKN Ujung-ujungnya 'Njambret', Komplotan Curas Lintas Daerah Dibekuk Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kasi-Humas-Polres-Bantul-Iptu-Rita-Hidayanto-16122025.jpg)