Gunungkidul

Hewan Kurban Asal Gunungkidul Diklaim Miliki Kualitas Terbaik

Dari delapan tempat pemotongan hewan kurban, tidak ditemukan hal yang mencurigakan, baik dari segi kesehatan, kebersihan, hingga penyakit.

Hewan Kurban Asal Gunungkidul Diklaim Miliki Kualitas Terbaik
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Perwakilan pemkab saat menyerahkan hewan kurban, Senin (20/8/2018).

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Hewan kurban yang berasal dari Gunungkidul dinilai mempunyai kualitas paling baik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bambang Wisnu Broto saat memantau hasil daging kurban di beberapa tempat, satu diantaranya di Masjid Safinatunnajah Pancasila, Rabu (22/8/2018).

Baca: Rencana Pembangunan Embung Raksasa di Gunungkidul Terancam Gagal

Ia mengatakan hal tersebut lantaran di Gunungkidul jarang ditemukan, siput sawah yang menyebarkan penyakit cacing hati.

"Cacing hati termasuk parasit yang ada di pencernaan biasanya melalui perantara siput sawah biasanya yang terjangkit cacing hati adalah sapi-sapi dari daerah persawahan," katanya pada Tribunjogja.com.

Bambang mengatakan dari 8 tempat pemotongan hewan kurban dirinya bersama tim tidak menemukan hal yang mencurigakan, baik dari segi kesehatan, kebersihan, hingga penyakit.

"Sementara ini belum ada temuan yang mencurigakan, lokasi penyembelihan juga kami pantau apakah bersih atau tidak," katanya.

Ia mengatakan dalam pemantauan ini setidaknya melibatkan 169 personil dan tambahan 35 orang mahasiswa fakultas kedokteran hewan UGM.

"Tim disebar ke masjid-masjid yang ada di Gunungkidul, kemarin tim sudah mulai melakukan pengecekan dari suhu badan hewan kurban, air liur dan kotoran, semuanya sehat," tuturnya.

Meskipun dari pantauan tidak ditemukan cacing hati, tetapi pihaknya mengjimbau jika ditemukan cacing hati agar bagian yang terkena disingkirkan tidak dikonsumsi.

"Bisa dilihat tingkat kerusakannya, kalau tidak parah bisa sebagian dikonsumsi, kalau parah ya jangan," imbuh dia.

Baca: 4 Penyu Terdampar Mati di Pesisir Pantai Selatan Gunungkidul

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan selain dari hewan kurban yang tidak ditemukan penyakit, dirinya juga mengapresiasi warganya yang kompak dalam merayakan Idul Adha.

"Saya bangga masyarakat gotong royong, guyub rukun, bahkan tidak hanya umat Islam saja yang membantu dalam penyembelihan hewan tetapi juga warga Nasrani juga ikut membantu," katanya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved