Bisnis

TPID DIY Cegah 'Mark Up' Harga Sapi Kurban

Peningkatan harga sapi hidup hampir terjadi di seluruh wilayah DIY dengan peningkatan hingga 10% dibandingkan tahun sebelumnya

TPID DIY Cegah 'Mark Up' Harga Sapi Kurban
IST
Tim Pemantau Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (TPID DIY) memantau sejumlah sapi di tempat penampungan hewan di Kulonprogo, Rabu (15/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya mencegah mark up harga secara berlebihan hewan kurban pada momen Idul Adha tahun ini.

Salah satu caranya dengan menggelar pemantauan harga ke pasar hewan dan pasar tradisional di
seluruh DIY selama 8 hari dari tanggal 9 hingga 15 Agustus 2018 kemarin.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY yang juga bagian dari tim TPID DIY, Budi Hanoto menuturkan, untuk mengetahui kondisi perkembangan harga dan pasokan terkini khususnya daging sapi menjelang Idul Adha, digelar pantauan harga pasar.

Baca: Jelang Idul Adha 1439 H, Harga Daging Sapi di Sejumlah Pasar di Sleman Terpantau Masih Stabil

Apabila terdapat hal-hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Pemantauan harga daging terutama sapi ini, tidak lepas dari cukup besarnya pengaruh inflasi daging sapi terhadap inflasi volatile food.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging sapi tercatat relatif terkendali dengan kondisi pasokan yang mencukupi.

Adapun rata-rata tingkat harga daging sapi berkisar antara Rp115.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Harga ini masih selaras dengan hasil survei PIHPS Nasional yang menunjukkan tingkat harga sebesar Rp117.500,- per kilogram.

Baca: Jelang Idul Adha, Harga Daging Sapi Stabil dan Terkendali

Peningkatan harga sapi hidup hampir terjadi di seluruh wilayah DIY dengan peningkatan hingga 10% dibandingkan tahun sebelumnya dengan harga rata-rata saat ini sebesar Rp19 juta hingga Rp 21juta.

"Kenaikan harga pada hewan ternak ini cenderung dipengaruhi oleh peningkatan biaya perawatan hewan, seperti pakan dan kesehatan," kata Budi, Selasa (21/8/2018).

Lanjut Budi, sebagian besar kebutuhan hewan ternak yang ada di DIY berasal dari wilayah Kulonprogo, Gunungkidul, Bantul, serta beberapa wilayah sekitar seperti Kebumen.

Sementara itu, jenis sapi ternak yang diperjualbelikan antara lain yaitu jenis Brahma, Limousin, Peranakan Ongole (PO) serta Simental.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved