Merah Putih Berkibar Sejak Zaman Singasari, Mataram, hingga Kemerdekaan
Merah Putih telah dikibarkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Di masa Kerajaan Mataram, simbol Merah Putih dikenal sebagai Gula Kelapa.
Konon bendera Gula Kelapa (Gula= merah, Kelapa= putih) ada beberapa versi, tetapi menggunakan warna merah dan putih.
Salah satu bentuknya masih tersimpan sebagai pusaka dalam keraton Surakarta, sebagai bendera Kyai Ageng Tarub yang dasarnya putih dengan tulisan Arab-Jawa dan atasnya bergaris merah.
![]()
Perang Diponegoro
Merah putih kembali berkibar sebagai bendera perjuangan melawan penjajahan waktu berkecamuknya Perang Diponegoro (1825-1830). Ketika Pangeran Diponegoro meninggalkan tempat kediamannya di Tegalrejo, di sebelah barat laut Yogyakarta.
Di tengah perjalanan Pangeran berkata kepada Mangkubumi: "Paman, lihatlah rumah dan mesjid sedang dibakar, api merah menyala-nyala ke atas langit. Kini kita tak berumah lagi di dunia."
Sesudah melihat ke arah Tegalrejo, ia memandang lagi ke arah Selarong, tempat rakyat mengibarkan bendera Merah Putih.
Saat itu Diponegoro mengucapkan kata-kata yang masyhur kepada seorang istrinya yang bernama Ratnaningsih: "Perang telah mulai. Kita akan pindah ke Selarong. Pergilah Adinda ke sana dan berikanlah segala intan permata dan emas-perakmu kepada rakyat yang mengikuti kita."
Perang Diponegoro akhirnya dimenangkan oleh pihak penjajah dalam tahun 1830. Sang Merah Putih tidak berkibar lagi.

Pemuda Merah Putih
Dengan kesadaran sejarah, para mahasiswa Indonesia yang mendirikan Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1920, memilih panji perkumpulan "Merah Putih Kepala Kerbau".
Kemudian ketika Ir. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia dalam tahun 1927, bendera organisasi ialah Merah Putih yang dihiasi dengan kepala banteng.
Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda bernaung di bawah bendera Merah Putih untuk mengukuhkan kelahiran suatu bangsa yang bulat bersatu dengan satu bahasa persatuan dan satu tanah air.
Pada hari itu juga untuk pertama kalinya dipagelarkan lagu Indonesia Raya, yang sekarang menjadi lagu kebangsaan kita.
Merah Putih dihiasi dengan lambang garuda terbang, kemudian lambang garuda itu dipindahkan menjadi lambang tersendiri, sehingga tinggallah bendera berwarna merah putih saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengibaran-bendera-di-kaki-merapi_20180816_143448.jpg)