Yogyakarta
Pameran Pembangunan 2017 Hadirkan Beragam UKM
Melalui pameran semacam ini, beragam produk kreatif rumahan bisa dikenal luas masyarakat sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mini karnaval menampilkan puluhan siswa taman kanak-kanak digelar di Taman Pintar Yogyakarta, Kamis (16/8/2018).
Para siswa taman kanak-kanak kanak ini mengenakan berbagai baju adat daerah berjalan mengelilingi area Taman Pintar Yogyakarta.
Mereka tampil dalam pembukaan Pameran Pembangunan 2018 yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata DIY.
Marlina, Kepala Seksi Pelayanan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata DIY menuturkan, kali ini pameran pembangunan melibatkan sedikitnya 34 peserta dari instansi pemerintah, swasta serta UMKM.
Baca: Sosialisasikan Kinerja Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata Gelar Pameran Pembangunan di Taman Pintar
"Pameran pembangunan kali ini mengangkat tema "Kerja Kita Prestasi Bangsa". Harapannya melalui pameran ini ingin memberikan informasi tentang kinerja pembangunan pemerintah daerah dan ajang promosi bagi pelaku UMKM di DIY," ujar Marlina.
Lanjut Marlina, dalam pameran yang digelar mulai hari ini hingga tanggal 20 Agustus mendatang, selain menampilkan potensi Kabupaten dan Kota di DIY juga digelar kegiatan lain di antaranya, donor darah, pelayanan konsultasi dari BNN, Samsat dan Bank Indonesia.
" Di pameran ini juga diadakan beragam lomba seperti lomba masak, menggambar, mewarnai , tari dan fashion. Ada juga talk show dan pentas seni," imbuh Marlina.
Baca: Agenda: Minggu Besok, Pembukaan Pameran Seni Rupa di Omah Petroek
Di kesempatan yang sama, Irfan Wijaya, salah satu pelaku industri kreatif rumahan yang digandeng Dinas Perindustrian DIY mengenalkan kerajinan berbahan dasar kulit sapi pada pameran pembangunan kali ini.
Mahasiswa Akademi Teknik Kulit (ATK) Yogyakarta ini berharap, melalui pameran semacam ini, beragam produk kreatif rumahan bisa dikenal luas masyarakat sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas.
"Selama ini tantangan utama ada dipermodalan. Ketika kita membuat brand sendiri, modal memang harus kuat, karena menanggung biaya produksi yang cukup besar. Berbeda ketika kita menjadi produsen sebuah produk tanpa dilabeli merek sendiri, biaya produksi lebih hemat," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salah-satu-peserta-pameran-pembangunan-2018_20180816_174646.jpg)