Sains

Radiasi Bom Atom Hiroshima Masih Tersisa di Kemeja Ini Setelah 73 Tahun

Diperkirakan hujan hitam dan dampak radioaktifnya mempengaruhi seluruh area kota, tidak hanya di pusat kota Hiroshima saja.

Editor: Ari Nugroho
Alliance.dpa
Pada 6 Agustus 1945 jam 08.16 waktu Jepang, sebuah bom atom meledak pada titik 580 meter di atas pusat kota Hiroshima. Sekitar 80 persen wilayah kota hancur. Ledakan membentuk cendawan bom atom. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima di Jepang.

Hari itu menjadi hari nahas bagi warga.

Namun, siapa sangka setelah 73 tahun berlalu, radiasi "hujan hitam" itu masih terdeteksi.

Hal ini ditemukan setelah para peneliti melakukan serangkaian tes ilmiah pada kemeja yang dikenakan gadis 16 tahun kala itu.

Mereka mendeteksi sejumlah kecil cesium-137.

Cesium-137 sendiri adalah senyawa yang menunjukkan adanya sisa radiasi dari bom atom.

Pemilik kemeja itu adalah Toyoko Kubota, kini berusia 89 tahun.

Pada saat pengeboman, dia adalah seorang pelajar di Sekolah Menengah khusus Perempuan Nishi.

Saat itu, Kubota sedang berada di lantai dua gedung sekolahnya, sekitar 1,3 kilometer dari tempat jatuhnya bom.

Remaja itu terperangkap di bawah puing-puing gedung tetapi berhasil menyelamatkan diri meski cedera.

Setelah itu, dia terkena hujan hitam akibat bom atom yang dilepaskan.

Mulanya, gadis itu bermaksud mencuci baju tersebut.

Tapi, noda gelap yang tersisa dari "hujan hitam" tidak dapat hilang.

Ahli fisika radiasi sekaligus profesor emeritus di Hiroshima University, Kiyoshi Shizuma tertarik mempelajari tentang jejak hujan hitam itu.

Pada 2016, Shizuma berkesempatan untuk mengukur radiasi yang ditemukan pada empat potong pakaian yang terdampak bom atom itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved