Breaking News:

Saat Berhaji, Penderita Diabetes Jangan Lupa Bawa Permen dan Makanan Kecil

Dengan persiapan matang, penyandang diabetes pun bisa nyaman memenuhi panggilan menjadi tamu Allah di Mekah.

Editor: iwanoganapriansyah
KOMPASIANA
Ilustrasi Jamaah haji 

Bagaimana mencegahnya? Berhubungan dengan diet, misalnya, dengan aktivitas sedang Anda mungkin hanya membutuhkan diet sekitar 1.700 Kalori per hari.

Pada saat melaksanakan ibadah haji dengan peningkatan aktivitas, yang berarti pengeluaran energinya jauh lebih besar, diet bisa menjadi 1.900 - 2.500 Kalori.

Komposisi makanannya tetap sama. Yakni karbohidrat 60 - 70% dari total kalori, protein 10 - 15% dari total kalori, lemak 20 - 25% dari total kalori.

Untuk karbohidrat bisa dipilih atau diganti-ganti sesuai dengan selera. Bisa nasi, mi, roti, ubi, kentang, atau makanan lain sejenis. Begitu pula protein, apakah ayam, ikan, daging, telur, atau tempe.

Sayur dan buah sangat dianjurkan. Buah yang manis, seperti apel, pisang atau mangga – kalorinya dapat dihitung sebagai tambahan. Sebelum berangkat, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi mengenai penataan porsi makanan itu.

Saat menjalankan ibadah haji, perlu diingat untuk makan pada waktunya. Jangan mengundur-undur waktu makan, sesibuk apa pun Anda, agar tidak mengalami hipoglikemia.

Makanlah dalam jumlah cukup dan bergizi, walau rasa makanan di sana mungkin kurang sesuai dengan lidah kita.

Fisik kuat didapat dari latihan dan perawatan yang baik. Maka, sejak sekarang, usahakanlah agar kadar gula darah Anda terkontrol baik. Caranya, dengan menjaga dan menata makanan sesuai kebutuhan, olahraga yang cukup dan teratur, serta makan obat sesuai petunjuk dokter.

Cadangan obat

Beri tahun teman sekamar atau seperjalanan kalau Anda penderita diabetes. Tujuannya agar mereka bisa membantu bila tiba-tiba Anda merasa lemas atau pingsan. Beri tahu juga gejala-gejala hipoglikemi dan pertolongan apa yang dapat mereka berikan.

Bila Anda memakai obat, bawalah obat dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Arab Saudi dan di perjalanan. Hitung pula lama hari perjalanan yang harus ditempuh.

Lebih baik membawa obat dalam jumlah berlebih sebagai cadangan ekstra daripada nanti kekurangan. Alasannya, jadwal keberangkatan pesawat terkadang bisa berubah. Lagi pula mencari obat yang sama di Arab Saudi belum tentu semudah mencarinya di kota Anda.

Guna kelancaran pemeriksaan barang di bagian imigrasi Arab Saudi, mintalah surat keterangan dari dokter Anda. Isinya, penjelasan mengenai obat-obatan yang Anda bawa dan perlukan.

Bagi yang memakai insulin, jangan lupa membawa jarum suntik. Perhatikan pula cara menyimpan obat dengan benar.

Bawalah obat di tempat yang mudah dijangkau, misalnya tas jinjing. Demikian pula bila membawa glukometer (pemantau gula darah), agar dapat diambil dengan cepat jika sewaktu-waktu diperlukan.

Sepatu dan makanan kecil

Perbedaan cuaca merupakan tantangan lain. Iklim di Arab Saudi berbeda dengan di Indonesia. Pada musim dingin udara di sana sangat dingin. Suhu terendah bisa mencapai 2°C.

Musim dingin berlangsung mulai Januari - Maret. Jadi, setiap jemaah haji harus siap dengan pakaian tebal.

Penderita diabetes yang sudah mengalami komplikasi di kaki perlu berhati-hati. Suhu dingin dapat memperparah keadaan bila aliran darah di kaki mengalami gangguan. Kaki harus tetap dalam kehangatan suhu optimal. Jangan biarkan kaki Anda menderita karena dingin.

Perhatikan pula, pemakaian sepatu. Kaki penderita diabetes rentan infeksi. Kulit pecah atau lecet kena sepatu dapat berkembang menjadi infeksi. Bila tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan komplikasi lebih parah.

Pakailah sepatu yang sudah biasa dan nyaman dipergunakan. Ingat, Anda akan menempuh perjalanan cukup panjang. Anda akan berada dalam pesawat 8 - 1 2 jam.

Duduk dalam waktu lama dapat menghambat sirkulasi darah ke daerah kaki. Usahakan dalam jangka waktu tertentu Anda menggerak-gerakkan sendi kaki, meluruskan lutut, berjalan-jalan di lorong.

Di pesawat Anda akan mendapat jatah makan pagi, siang, atau malam sesuai jadwal keberangkatan kloter Anda.

Namun, ada baiknya membawa bekal roti atau makanan kecil lain untuk pengganti kalau kebetulan makanan di pesawat tidak cocok dengan selera. Ini penting, agar Anda tidak mengalami hipoglikemi.

Makanan kecil dan minuman juga bermanfaat saat Anda sedang menunggu di ruang pemeriksaan imigrasi Arab Saudi. Pemeriksaan dokumen bisa berlangsung cepat, tapi bisa juga cukup lama tergantung jumlah jemaah yang datang saat itu.

Kalau cepat, pemeriksaan bisa 1 - 2 jam. Kalau lama, bisa sampai 5 jam. Di ruang tunggu pemeriksaan tidak ada kantin untuk berbelanja, Anda juga tidak bisa keluar sebelum pemeriksaan selesai.

Ingat Jadwal Makan

Perjalanan menuju Arab Saudi adalah perjalanan menuju arah barat. Waktu Arab Saudi (WAS) berselisih 4 jam dengan WIB, dan 6 jam dengan WIT. Kalau pesawat Anda mendarat pagi hari saat Matahari baru terbit sekitar pukul 06.00 WAS, berarti waktu di Indonesia sudah pukul 10.00.

Anda perlu memperhatikan perubahan ini untuk menata jadwal makan yang sesuai. Selisih waktu 4 jam dapat diselingi dengan makanan kecil sebelum jatah waktu makan pagi datang.

Jangan sampai ada waktu makan yang terlewati atau jarak waktu makan yang terlalu panjang. Jangan sampai gula darah Anda turun terlalu rendah.

Dengan persiapan matang dan pelaksanaan yang tertib, insya Allah semua berjalan lancar. Selamat berhaji. (Tatik Wardayati/Intisari)

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved