Inilah Penampakan Poseidon, Torpedo Canggih Rusia yang Belum Ada Lawannya

Doomsday Weapons, pakar menjuluki arsenal tempur terbaru yang diproduksi militer Rusia ini. Kalangan barat menamainya Poseidon

Inilah Penampakan Poseidon, Torpedo Canggih Rusia yang Belum Ada Lawannya
RT
Torpedo Poseidon Rusia 

Meski begitu, pihak Rusia menyakini Poseidon masih belum bisa terjangkau radar dan penangkal bawah air milik AS. Menurut Laksamana Madya Arkady Syroezhko dari Direktorat Pengembangan Poseidon, peralatan deteksi yang disebut itu memiliki kemampuan terbatas.

(Baca juga: Perbandingan Limosin Canggih Donald Trump dan Vladimir Putin, Mana Lebih Unggul?)

Pentagon juga memiliki SOSUS, yang berguna untuk melacak pergerakan kapal selam berbasis sonar. Namun peralatan ini juga berkemampuan terbatas karena hanya bisa diterapkan di kawasan- kawasan yang memiliki celah dekat.

Misal di perairan antara Greenland, Islandia, dan daratan Inggris. Namun SOSUS akan memble di samudera raya, seperti perairan Atlantik dan Pasifik yang maha luas. Torpedo Poseidon leluasa bergerak di perairan seperti ini.

Syroezhko menegaskan, melacak torpedo Posideon berarti menghabiskan energi setengah kekuatan pertempuran. Menghancurkan torpedo ini, berarti menguras tenaga lebih banyak lagi karena harus siap sistem pertahanan tempurnya.

Lebih sulit lagi karena torpedo ini mampu menyelam ribuan meter di bawah permukaan air. "Torpedo tercanggih NATO saat ini MU90 Impact, yang mampu menyelam 1.000 meter," kata Konstantin Makienko, Deputi Direktur Pusat Analisis Teknologi Strategis.

AS memiliki torpedo paling canggih dan tercepat, yaitu Mark 54. Namun ia kalah cepat dengan Poseidon. Mark 54 hanya mampu melaju maksimal 74 km/jam. Tentu ia tak mampu mengejar Poseidon, dan juga kalah kuat saat menyelam.

Pakar ini memperkirakan produksi satu unit torpedo Poseidon yang mampu melaju 92 km/jam ini menghabiskan dana sekurangnya 2 juta dolar AS. Mantan Kepala Staf AL Rusia, Viktor Kravchenko menepis jika ada pihak yang mengklaim Poseidon ini bisa dihancurkan.

"Sampai kita melihat eksperimen nyata, semua klaim yang mengatakan bisa mendeteksi dan menghancurkan Poseidon adalah tanpa dasar. Jadi, kita mendengar itu hanya bualan belaka.," kata Kravchenko.(Tribunjogja.com/Gazeta.ru/RT/xna)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved