FKY 2018

Panggung Musik Elektronik FKY, Usung Tema 'Stealth'

Panggung Musik Elektronik FKY yang Digelar di Jogja National Museum, Usung Tema 'Stealth'.

TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Penampilan satu di antara pengisi musik elektronik di Panggung Musik Elektronik Jogja National Museum, Rabu (1/8/2018) dalam rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Wahyu Setiawan Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Berlokasi di Jogja National Museum, Panggung Musik Elektronik sebagai satu di antara rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) digelar, Rabu (1/8/2018).

Tema 'Stealth' diusung dalam panggung musik ini sebagai bentuk perwujudan dari sebuah perjalanan panjang musik elektronik yang naik turun.

Singkatnya, seniman musik elektronik tetap ada dan terus berkarya, tanpa peduli pada sorotan media atau publik, hal tersebut diartikan seperti siluman atau stealth.

Menurut Lintang Enrico, Koordinator Musik Elektronik, Keberadaan Musik Elektronik sendiri terus berkembang dari waktu ke waktu, sehingga kehadirannya melahirkan berbagai varian genre, style, dan eksperimentasi.

Semuanya silih berganti memiliki waktu muncul dan tenggelam dalam pengetahuan publik.

"Barisan penampil ini konsisten berkarya di wilayahnya masing-masing, dan mempunyai pengaruh kuat di akar komunitas dan skena musik elektronik modern," katanya, Rabu (1/8/2018).

Baca: Paperu Hadirkan Kerja Kolaboratif Seniman Muda dalam FKY 30

Dia mencontohkan, Jogja Noise Bombing yang bisa dibilang sangat mewakili musik elektronik experimental Indonesia saat ini.

Beberapa dari karya hingga aktifitas pergerakan mereka menjadi penanda zaman, seperti Electrocore, Teknoshit, HMGNC dan Jogja Noise Bombing.

Dalam penampilan musik elektronik ini, menampilkan sekira 9 kelompok musik elektronik yang berasal dari Yogyakarta dan beberapa daerah lain.

Turut tampil di antaranya HMGNC, ELECTROFUX, ELECTROCORE feat. BAYU MONDAYZ, TEKNOSHIT, LATEX, SONI IRAWAN X JOGJA NOISE BOMBING, SOUNDBOUTIQUE X DJ PAWS, dan VJ VISUIL JITSIT.

Kehadiran Panggung Musik Elektronik ini diharapkan mampu menggugah dan menginspirasi masyarakat mengenai eksistensi musik elektronik sehingga tak mati suri dan tetap berkreasi sesuai dengan perkembangan dan jalur masing-masing seniman musik elektronik.

"Jadi, hanya trend rotasi sub genre musik elektronik yang terjadi. Singkatnya, musik elektronik punya banyak sekali sub genre seperti Jungle, House, Breaks, Big Beat, dan lainnya, masing-masing perkembangannya banyak dipengaruhi dari musik yang sudah hadir sebelumnya," kata Lintang. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved