Internasional

Kurangi Polusi, Beijing akan Menutup 1000 Manufaktur Berat

Beijing sudah menolak aplikasi registrasi dari 19.500 perusahaan, dan sudah menutup atau merelokasi 2.465 manufaktur "biasa".

Kurangi Polusi, Beijing akan Menutup 1000 Manufaktur Berat
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SHANGHAI - Pemerintah China terus berupaya mengurangi polusi.

Hal ini satu di antaranya diwujudkan dengan Ibu Kota Beijing yang berencana menutup 1.000 perusahaan manufaktur pada tahun 2020.

Hal ini dilakukan sebagai program mengekang polusi udara dan meningkatkan pendapatan di luar daerah. 

Mengutip koran Partai Komunis, People's Daily, Beijing nantinya akan fokus pada industri high-tech dan dinamis, dan menutup perusahaan "ordinary" (biasa).

Baca: Prihatin Tingginya Polusi di Yogyakarta, Pria Asal Bantul Ciptakan Inovasi Becak Listrik Zaman Now

Rencana ini diumumkan oleh pemerintah Beijing. 

Beijing sudah menolak aplikasi registrasi dari 19.500 perusahaan, dan sudah menutup atau merelokasi 2.465 manufaktur "biasa". 

Sejatinya, Beijing sudah pernah menandatangani kesepakatan tiga pihak, Beijing-Tianjin-Hebei tahun 2014 silam untuk mengurangi polusi dan mengurangi overkapasitas di kota ini. 

Baca: China Sukses Turunkan Tingkat Polusi secara Drastis dalam Empat Tahun

Tiga kota ini menyiapkan rencana penutupan manufaktur dan industri berat dari Beijing, lalu merelokasi universintas dan beberapa departemen pemerintah ke kawasan ekonomi baru di Hebei, di Xiongan. 

Lalu, pemerintah Beijing akan membukan jaringan transportasi terintegrasi dengan Hebei, dan menyamakan standar kesejahteraan dan pendidikan agar Hebei, yang dikenal sebagai kawasan industri berat, lebih menarik bagi investor. 

Saat ini, rata-rata pendapatan masyarakat Hebei masih separuh dari pekerja Beijing. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita ini telah ditayangkan di Kontan.co.id dengan judul "Beijing akan tutup 1.000 manufaktur berat, kurangi polusi."
https://internasional.kontan.co.id/news/beijing-akan-tutup-1000-manufaktur-berat-kurangi-polusi

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved