Sleman

Tingkatkan Kesejahteraan 'Single Parent' dengan Program PRSE

PRSE Madu Puspa sendiri merupakan kelompok binaan dari Dinas Sosial di dusun Singo Derepan, Madurejo, Prambanan, yang beranggotakan 20 orang.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Ari Nugroho
IST
Para ibu yang tergabung dalam PRSE Madu Puspa Indah saat menunjukan usaha mereka pada Kamis (26/7/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja – Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Berawal dari program Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) Madu Puspa Indah yang didirikan di tahun 2011, ibu-ibu yang mayoritas berstatus single parent tidak kesulitan lagi untuk mengembangkan usaha mereka.

PRSE Madu Puspa sendiri merupakan kelompok binaan dari Dinas Sosial di dusun Singo Derepan, Madurejo, Prambanan, yang beranggotakan 20 orang.

Dimana semua anggotanya perempuan dan mayoritas berstatus single parent  atau orangtua tunggal dan menjadi penyangga utama nafkah keluarga.

Baca: Derita Penyakit Serius, Sebelum Meninggal Ibu Single Parent Ini Hanya Punya Satu Keinginan

Harumi (45), Ketua PRSE Madu Indah menjelaskan, sebelum adanya program ini, para anggotanya sangat kesulitan ketika akan mencari dana untuk mengembangkan usaha mereka.

Status single parent yang disandangnya membuatnya tidak begitu dipercaya ketika akan mencari pinjaman.

“Kita awalnya sudah pada punya usaha, namun tidak berkembang. Untuk mencari modal saja baik itu pinjam ke personal, mereka menganggap kita tidak bisa mengembalikan. Kita tidak dipercaya namanya juga single parent. Namun sejak ada kelompok kita kalau mau pinjam tinggal ke kelompok,” terangnya.

Dia menerangkan, fungsi dari kelompok ini bukan hanya untuk mengembangkan usaha, namun juga sebagai tempat berkeluh kesah antar anggota.

Baca: Pria Ini Memakai Sabu untuk Semangati Diri Karena Single Parent, Malah Berakhir Begini

Harumi menjelaskan, kebanyakan dari anggotanya adalah single parent yang ditinggal meninggal, bercerai ada pula yang ditinggal pergi oleh suaminya.

Rata-rata dari anggotanya sudah memiliki anak satu.

“Awalnya kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling berat menjalani kehidupan. Sebagian besar dari kita memiliki anak usia sekolah. Dengan adanya kelompok ini kita menyadari bahwa ternyata teman kita banyak. Kita bisa saling memberikan semangat antar anggota,” katanya.

Modal awal yang diterima oleh kelompok ini adalah 4 juta.

Sampai saat ini simpanan di kelompok ini sebanyak 14 juta.

Mengenai bentuk usaha, kebanyakan adalah kuliner,yakni ada yang angkringan, warung makan di pinggir jalan maupun di rumah, jajanan rumahan maupun warung kelontong.

Sri Murni Rahayu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman menjelaskan, berdasarkan data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tahun 2017, setidaknya terdapat 2.510 Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Kabupaten Sleman.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved