Terungkap, Grup Punk Inilah yang Berhasil Hentikan Laga Final Piala Dunia 2018
Kelompok Punk Rock, Pussy Riot mengaku bertanggung jawab atas insiden masuknya 4 orang ke lapangan saat berlangsungnya laga final Piala Dunia
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Pussy Riot bukan sekadar grup punk rock, mereka juga merupakan kelompok feminis yang berbasis di Moskow. Kelompok ini didirikan pada Agustus 2011.
Sejak saat itu, mereka sangat aktif mengkritik kebijakan-kebijakan Vladimir Putin. Baik dilakukan melalui aksi demonstrasi maupun dalam berbagai pertunjukan musik provokatif di berbagai tempat.
Sejumlah tema yang kerap kali diangkat dalam lagu-lagu mereka antara lain tentang feminisme, LGBT dan kritikan terhadap Vladimir Putin yang dianggap sebagai diktator.
Pussy Riot pernah berhasil menarik perhatian dunia ketika lima anggota mereka menggelar pertunjukan di Katedral di Mosvi, Moskow pada 21 Februari 2012. Hingga akhirnya dihentikan paksa oleh pihak keamanan.
Sebelum aksi mereka di Final Piala Dunia 2018, Pussy Riot juga menyerukan boikot Olimpiade Musim Dingin Sochi. Mereka bersikeras pada waktu itu bahwa setiap pemimpin dunia yang pergi ke Sochi akan memberikan persetujuan diam-diam dari kebijakan tangan keras Putin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kelompok-pussy-riot-di-final-piala-dunia-2018_20180716_105229.jpg)