Jawa

Menhan Minta Insiden di SMA Taruna Nusantara Tak Lagi Terulang

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, berharap insiden yang terjadi di SMA Taruna Nusantara Magelang tak lagi terulang kembali.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
DOk SMA Taruna Nusantara Magelang
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyematkan tanda dimulainya pembukaan pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang, Sabtu (14/7) lalu di Balairung Pancasila. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, berharap insiden yang terjadi di SMA Taruna Nusantara Magelang tak lagi terulang kembali.

Orangtua diharapkan dapat turun tangan dalam pendidikan di institusi tersebut.

"Kami berharap insiden itu tak terjadi lagi. Kejadian itu memalukan dan mencoreng citra SMA TN," ujar Ryamizard Ryacudu, saat memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pendidikan Siswa SMA Taruna Nusantara Angkatan ke-XXIX, Sabtu (14/7/2018) lalu di Balairung Pancasila SMA TN.

Baca: Kasus Bullying di SMA Taruna Nusantara Magelang, Kepala SMA TN : Kami Akan Tindaklanjuti

Ryamizard meminta agar semua pihak dapat menjaga reputasi SMA Taruna Nusantara yang telah dibangun, reputasi harus terus dipelihara dan dijaga marwahnya.

Orangtua dapat turut melakukan intervensi, dengan memberikan saran dan masukan melalui komiter orangtua siswa.

"Orangtua dapat memberikan saran dan masukan melalui Komite Orangtua Siswa, yang sudah kita sediakan, untuk proses penyempurnaan pendidikan, dan tidak keluar dari ketentuan serta aturan yang telah dibuat oleh para founding fathers," katanya.

Lanjut dikatakannya, siswa SMA TN yang terpilih sebanyak 361 siswa baru dari 35 Provinsi di Indonesia, merupakan putra putri terbaik yang terpilih dari lebih 4.000 orang pendaftar yang mendaftar masuk ke SMA TN dari seluruh Indonesia.

Dia pun mewanti-wanti kepada para siswa untuk dapat belajar dan berjuang keras menimba ilmu pengetahuan, menambah pengalaman dan juga keterampilan.

Baca: Kasus Bullying di SMA Taruna Nusantara Magelang, Pihak Sekolah Sesalkan Langkah Orangtua Korban

"Hilangkan rasa malas, asal-asalan, egois dan cengeng. Saya sangat bangga kepad kalian semua. Khususnya kepada para siswa, para pamong, para guru dan Pembina. Namun ingat, jangan pernah sekali-sekali kalian kecewakan kebanggan saya tersebut!!” ujarnya.

Sementara, Kepala SMA TN, Brigjen TNI Purn Soebagio SIP mengatakan, SMA Taruna Nusantara mengimplementasikan kurikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sistem kredit semester.

Kurikulum dipadukan dengan kurikulum khusus SMA TN, yang bertujuan mengembangkan potensi kepemimpinan siswa yang dikelola dalam bentuk sekolah berasrama penuh.

Baca: Kasus Bullying di SMA Taruna Nusantara Magelang, Polisi Akhirnya Kirim Surat Panggilan pada Terlapor

“Proses pendidikan dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap penanaman dasar-dasar kedisiplinan dan kepemimpinan di kelas X, tahap penumbuhan dan pengembangan di kelas XI, dan tahap pemantapan di kelas XII,” jelas Soebagio.

Soebagio menyebutkan, tahun pelajaran 2018/2019. dimulai pada Senin (16/7) yang diikuti oleh tiga angkatan, yakni angkatan  27, 28, dan 29 dan terbagi dalam tiga kelas. 

Rinciannya menurut Soebagio, kelas X 361 siswa, terdiri dari 240  siswa putra dan 121 siswa putri, kelas XI 376 siswa, terdiri dari 257  siswa putra dan 119 siswa putri, dan kelas XII 61 siswa, terdiri dari 240  siswa putra dan 121 siswa putri,” tukas Soebagio.(TRIBUJNOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved