Kisah Pengusaha Sukses

Terpuruk dan Bangkit Akibat Gempa 2006, Pasangan Ini Sukses Kembangkan Gujahe

Terpuruk dan Bangkit Akibat Gempa 2006, Pasangan Ini Sukses Kembangkan Gujahe

Tayang:
Tribun Jogja/ Susilo Wahid Nugroho
Tempat usaha pembuatan Gula Batu dan Gujahe milih Mujiyono - Nur Habibah di Dusun Kerto RT 09/ RW 08, Pleret, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Musibah gempa DIY tahun 2006 lalu menjadi momentum penting bagi pasangan suami istri Mujiyono - Nur Habibah.

Dari bencana ini mereka sempat terpuruk setelah rumah mereka rata dengan tanah.

Tapi dari peristiwa itu pula keduanya bisa bangkit dan mulai menjalani manisnya hidup. Semanis gula batu yang mereka buat.

Gula batu. Ya, butiran kristal berwarna putih atau kuning biasanya dicetak seukuran batu kecil ini menjadi titik balik kehidupan Nur Habibah dan suaminya.

Di rumahnya di daerah Pleret, tepatnya Dusun Kerto RT 09/ RW 08, Pleret, Bantul ini gula batu buatan Nur Habibah diproduksi.

Sederhana, adalah kesan yang kali pertama terlihat dari rumah Nur Habibah tempat ia memproduksi gula batu.

Karena dari luar, nyaris tak terlihat bahwa tempat tersebut dipakai untuk produksi gula batu. Hanya berupa rumah biasa di tengah lahan kebun di perkampungan jauh dari keramaian.

Masuk ke dalam, tampak lima tungku berjajar yang biasa dipakai untuk memanaskan gula pasir sebagai bahan utama gula batu.

Untuk bahan utama gula pasir ini, Nur Habibah biasa memasok dari Cilacap dengan jenis rafinasi, yaitu gula mentah yang telah mengalami proses pemurnian.

Di sekitarnya, berjajar nampan untuk mecetak gula batu dan beberapa plastik untuk pengepakan.

Tenaga kerja Nur Habibah sampai berjumlah 25 orang, terhitung cukup banyak untuk industri rumahan.

“Mereka kebanyakan tetangga kanan kiri rumah saya ini, jadi sudah akrab satu sama lain,” katanya.

Jauh sebelum sesukses sekarang, Nur Habibah sempat mengalami masa sulit.

Tepatnya tahun 2006, ketika itu, gempa merobohkan rumah milik keduanya. Profesi Nur Habibah kala itu sebagai pengusaha toko kelontong dan suami sebagai sales rempah-rempah dirasa mepet untuk bangkit dari musibah.

Hingga masa pemulihan pasca gempa, banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyentuh masyarakat korban gemba seperti Nur Habibah supaya bangkit.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved