Desa Wisata Palbapang
Bermain di Lumpur Sawah di Proyeksikan Jadi Icon Wisata Desa Palbapang
Bermain di Lumpur Sawah di Proyeksikan Jadi Icon Wisata Desa Palbapang
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM - Bermain di petak sawah yang penuh air dan lumpur di Dusun Dagaran, Desa Palbapang akan terus dikembangkan.
Bahkan kedepan diproyeksikan untuk menjadi ciri khas kunjungan wisatawan.
Pantauan Tribunjogja.com di lokasi, aneka permainan tradisional melibatkan anak-anak dan ibu-ibu dimainkan di sawah yang penuh air dan lumpur.
Ada permainan mbrobos ondo, ambil koin dalam jeruk, bola tangan, balap kelereng dalam sendok, hingga tarik tambang diatas sawah yang melibatkan anak-anak dan ibu-ibu antar rukun tetangga.
Selain dapat mengundang antusias masyarakat sekitar, permainan dalam lumpur ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Ada dua orang turis asal Rusia yang terlihat hadir dilokasi.
Ketua panitia, Suwardi Santoso, mengatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk mengembangkan potensi yang ada di dusun Dagaran, Desa Palbapang.
Menurutnya, permainan tradisional yang dimainkan di sawah berlumpur itu menjadi salah satu yang akan diproyeksikan menjadi ciri khas dari destinasi wisata.
"Semua desa kan punya ciri khas. Kami ingin permainan tradisional yang dimainkan di sawah yang becek ini menjadi ciri khas atau icon desa ini (Palbapang)," terangnya, ditemui di lokasi, Sabtu (14/7/2018)
Ia bercerita, ide awal mulai mengembangkan permainan tradisional di petak sawah berlumpur dimulai sejak beberapa tahun silam, tepatnya ketika setiap pergantian tahun, 1 januari.
Setiap pergantian tahun, ia mengungkapkan, banyak anak-anak muda yang selalu menghabiskan waktunya dengan sesuatu yang tidak produktif.
Lambat laun, ia akhirnya berfikiran untuk merangkul generasi muda dan memberikan hiburan yang lebih produktif berupa perlombaan permainan tradisional.
"Perlombaan tradisional itu ternyata disambut baik dan banyak yang mensupport untuk dikembangkan menjadi ciri khas destinasi wisata," ungkap Suwardi.
Ada banyak alasan mengapa permainan tradisional di Palbapang dimainkan di petak sawah berlumpur, di antaranya, dijelaskan Suwardi, untuk mengenalkan kepada generasi muda mengenai kebudayaan leluhur bangsa Indonesia.
Menurutnya, dari zaman dahulu kala, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal pertanian, sawah, sebagai ladang untuk mencari nafkah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lestarikan-kesenian-tradisionalanak-dan-ibu-ibu-bermain-di-lumpur-sawah_20180714_174837.jpg)