BPJS

Hanya Dalam Waktu Empat Tahun, Peserta JKN Tembus 198 Juta

Hanya Dalam Waktu Empat Tahun, Peserta JKN Capai 198 Juta. Menjadi JKN Terbesar di Dunia.

Hanya Dalam Waktu Empat Tahun, Peserta JKN Tembus 198 Juta
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Deputi Direksi BPJS Wilayah Jateng dan DIY Aris Jatmiko saat menjadi frontliner di BPJS Kantor Cabang Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM - Deputi Direksi BPJS Wilayah Jateng dan DIY Aris Jatmiko mengatakan, pertumbuhan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia sangat pesat dibandingkan dengan negara lain yang juga menerapkan sistem jaminan sosial.

"Jika hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah mengcover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia," ujar Aris pada Jumat (6/7/2018)

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen populasi penduduk.

Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk.

Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduk.

Baca: HUT ke-50, Jajaran Pimpinan BPJS Terjun Langsung Jadi Frontliner Untuk Layani Peserta

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution," katanya.

Aris menambahkan, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta.

Sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.

"Untuk itu semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” ujar Aris.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 Fasilita Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi.

Sementara itu di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved