Sains

Cokelat Menjadi Mata Uang dalam Peradaban Maya Kuno

Baron akhirnya menemukan sekitar 180 adegan yang berasal dari tahun 691 sebelum masehi tentang biji kakao.

Cokelat Menjadi Mata Uang dalam Peradaban Maya Kuno
istimewa
Tanaman Cocoa. 

Dari hal ini, Baron tertarik menyelidiki apakah hal itu telah dilakukan jauh sebelumnya.

Hasilnya, dia menemukan lebih banyak penggambaran cokelat dalam mural, lukisan keramik, dan ukiran abad ke-8 dan sebelumnya.

Ini menunjukkan bahwa biji kakao beralih dari hasil pertanian menjadi mata uang.

Baron akhirnya menemukan sekitar 180 adegan yang berasal dari tahun 691 sebelum masehi tentang biji kakao.

Adegan-adegan itu menunjukkan biji kakao yang ditawarkan sebagai penghormatan atau pajak bersama gandum dan pakaian.

Baron juga menemukan, para pemimpin Maya mengumpulkan lebih banyak biji kakao daripada yang bisa mereka buat menjadi penganan dan minuman.

Selanjutnya mereka menekan penggunaannya sebagai cara membayar atau membeli sesuatu di pasar.

"Yang jelas dari repertoar seni ini terlihat kapas dan coklat sering digunakan sebagai pembayaran untuk pajak," tulis Baron.

"Selanjutnya, pengumpulan biji kakao sebagai penghargaan, daripada coklat cair yang secara khusus disiapkan, memfasilitasi penggunaannya sebagai penyimpan nilai untuk transaksi di masa mendatang," imbuhnya.

Bersama dengan suku Aztec, suku Maya dikreditkan sebagai orang pertama yang membuat cokelat dari biji kakao.

Halaman
1234
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved