Internasional

Sekolah Buka Kembali setelah Gempa, Murid Dipenuhi Kesedihan saat Awal Masuk

Pemerintah tidak akan mengesampingkan kemungkinan human error yang menyebabkan kematian seorang murid perempuan saat gempa terjadi.

Editor: Ari Nugroho
AFP PHOTO/JIJI PRESS/Japan OUT
Seorang polisi berjaga di dekat tembok yang hancur akibat gempa bumi yang mengguncang Osaka, Jepang, Senin (18/6/2018). 2 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempa berkekuatan 5,3 magnitudo dengan pusat kedalaman 15,4 km. 

TRIBUNJOGJA.COM, TAKATSUKI - Setelah tutup paska insiden gempa di Osaka awal pekan ini, beberapa sekolah di Jepang yang terdampak gempa mulai membuka kegiatan belajar pada Kamis (21/6/2018).

Salah satu sekolah yang buka merupakan sekolah salah satu korban tewas gempa, yaitu siswi berusia 9 tahun sehingga kesedihan dan kecemasan masih menyelimuti kalangan murid.

"Saya benar-benar sedih. Saya tidak bisa melupakannya, dia selalu dikelilingi teman dan terlihat bahagia," kata kepala sekolah di kota Takatsuki, Osaka, Yoshimi Tanaka.

Dilansir dari Japan Today, terlihat beberapa murid menangis dalam pertemuan di Sekolah Dasar Juei.

Walau sudah mulai masuk sekolah, murid harus kembali ke rumah pada jam makan siang sebab pihak sekolah tidak dapat menyediakan makanan, sebab tidak ada pasokan gas di area tersebut.

Baca: Benarkah Madura Kawasan yang Aman dari Gempa?

Sebelum memulai kegiatan seperti biasa, sekolah tersebut membutuhkan waktu lebih banyak untuk pemeriksaan keamanan.

Sementara, kebanyakan sekolah dasar di kota sudah buka pada Rabu (20/6/2018).

Korban tewas masih duduk di kelas 4 sekolah dasar.

Dia tidak dapat tertolong setelah tertimpa tembok ketika dalam perjalanan ke sekolah.

Wali kota Takatsuki, Takeshi Hamada, mengatakan pemerintah tidak akan mengesampingkan kemungkinan human error yang menyebabkan kematian seorang murid perempuan saat gempa terjadi.

"Saya turut berduka terhadap korban," ucapnya, setelah meletakkan bunga di depan sekolah.

Pemerintah prefektur Osaka memutuskan untuk memeriksa semua tembok beton pada rute menuju sekolah-sekolah.

Seperti diketahui, badan meteorologi Jepang mencatat kekuatan gempa pada Senin (18/6/2018) mencapai 6,1 magnitudo.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengunjungi lokasi gempa, termasuk tembok yang menimpa gadis cilik.

"Saya ingin memastikan keamanan sekolah dengan melakukan inspeksi darurat di seluruh negeri. Kita harus mencegah tragedi semacam ini terulang," katanya.

Baca: 3 Berita HOAX Bikin Gempar Dunia yang Sempat Beredar Viral di WhatsApp

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved