Sejarah Perang
Dari 10 Fakta Perang Korea Ini, Nomer 7 Sungguh Mencengangkan
Banyak yang belum mengetahui kisah-kisah dari peperangan yang merenggut nyawa jutaan orang di kedua belah pihak.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Setya Krisna Sumargo
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perang Korea telah lama berlalu. Perang brutal ini mempertemukan dua kekuatan adidaya, Uni Soviet dan Amerika Serikat. Perang Korea merupakan perang terakbar sesudah Perang Dunia II.
Pada 26 April 2018, pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan bertemu di zona demiliterisasi Panmunjom. Kim Jong-un bertemu sejawatnya di selatan, Moon Jae-in. Mereka mengakhiri permusuhan yang berlangsung sejak 1950.
Mengapa baru diakhiri sekarang? Karena memang Perang Korea belum pernah berakhir, atau pernyataan perang telah berakhir di antara dua Korea. Sejak baku tembak terhenti 1953, kedua negara tetap berstatus perang.
Sepanjang tapal batas kedua negara dijaga pasukan bersenjata. Senjata siap menyalak sewaktu- waktu karena status dua negara ini memang masih bermusuhan. PBB dan pasukan AS ikut menjaga tapal batas, terutama di zona demiliterisasi.
Banyak yang belum mengetahui kisah-kisah dari peperangan yang merenggut nyawa jutaan orang di kedua belah pihak. Kehancuran akibat perang sangat terasa, dan dampaknya bisa terlihat hingga saat ini.
Pada 1945, Jepang yang mula-mula menguasai Semenanjung Korea, kehilangan wilayah itu. Saat itu Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang, setelah balatentara Jepang mencoba merebut Manchuria.
Sejak itu Korea terbagi dua di garis 38, dengan wujud Korea Utara dan Korea Selatan. Namun pembagian itu menyisakan persoalan serius yang menyulut invasi Korea Utara ke Selatan pada 1950. China dan Uni Soviet ada di belakang Korut.
Berikut ini 10 Fakta Penting Perang Korea. Fakta-fakta ini mencakup hal-hal pokok, istilah, dan kisah-kisah yang selama ini jarang diketahui orang.
1. Apa Namanya?
Perang Korea (Korean War) ini bukan sebutan tunggal bagi banyak pihak yang terlibat. AS menyebutnya Forgotten War. Korut menyebutnya Perang Pembebasan Tanah Pertiwi. Sedangkan Korsel menamainya Six-Two-Five. Ini kode mengambil tanggal awal pecahnya perang, yaitu pada 6-25-1950, atau 25 Juni 1950. Sedangkan China menyebutnya Perang Melawan Agresi dan Bantuan ke Korea.
2. Perang Tak Berakhir
Jalannya Perang Korea terhenti ditandai penandatanganan kesepakatan untuk mengakhiri segala tindakan penggunaan kekerasan dan senjata. Namun kesepakatan itu tidak secara definitif menyatakan pengakhiran perang di antara dua pihak yang bertempur. Secara teknis hingga 26 Juni 2018, Korut-Korsel dalam status masih berperang.
3. Posisi AS
Pada 25 Juni 1950, tentara Korut menyerang Seoul atas persetujuan Uni Soviet dan China. Saat itu AS sempat menarik mundur pasukannya yang sebelumnya bercokol di selatan. Namun dua hari kemudian, Washington kembali menerjunkan pasukannya membantu Korsel. Pada 27 Juni 1950, Presiden Truman memerintahkan kapal perang AS mendekati Seoul dan ikut bertempur. Kongres AS tidak pernah membuat keputusan atas persetujuan atas masuknya AS dalam Perang Korea, tidak pernah menyatakan perang terhadap Korut.
4. Seruan AS
Seiring kecamuk perang Korea, AS meminta Korut menghentikan agresi dan invasinya ke selatan, dan menarik semua pasukannya ke garis 38 sebelum perang. Namun Korut menolak, dan AS langsung meminta negara-negara di dunia membantu Korsel. Tak lama kemudian 15 negara menyatakan siap terjun membantu Korsel. Antara lain Inggris, Prancis, Ethiopia, Kanada, dan Australia.
5. DMZ
Demiliterized Zone atau yang populer disebut DMZ dibentuk tahun 1953 sebagai tindaklanjut kesepakatan penghentian pertempuran. Zona ini memiliki luas 2,5 mil, persis di perbatasan kedua negara. Di zona ini tidak diperbolehkan ada aktivitas militer. Di zona inilah kontak-kontak resmi kedua negara dilakukan.
6. Paralel 38
Jepang dan Uni Soviet sempat membagi dua Korea di garis 38. Inilah garis sebagai patokan perbatasan kedua negara. Jepang akan mengontrol selatan, sedangkan Uni Soviet di utara. Namun pada 1950, pasukan Korut melintasi batas 38, merangsek ke Seoul, mengobarkan peperangan dahsyat hingga tiga tahun kemudian.
7. Jumlah Bom
Militer AS ternyata menjatuhkan bom di Semenanjung Korea, jauh lebih banyak ketimbang saat mereka berperang di palagan Pasifik saat melawan Jepang. Diperkirakan AS menjatuhkan 635.000 ton bom, dan 32.000 ton di antaranya bom bakar atau napalm. Bom-bom itu menghancurkan nyaris semua infrastruktur di wilayah Korea Utara; sekolah, bangunan pemerintah, pusat bisnis dan lain-lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perang-korea_20180618_213615.jpg)