Idul Fitri 1439 H

Warga Penolak Bandara Gelar Salat Idul Fitri di Masjid

Rasa kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, di tengah gema takbir yang terus berkumandang.

Penulis: sis | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / HENING WASISTO
Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al Hidayah Palihan Temon Kulonprogo, Jumat (15/6) pagi. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulonprogo (PWPPKP) menyambut penuh suka cita hari raya Idul Fitri yang jatuh pada Jumat (15/6) hari ini.

Sama dengan ribuan umat muslim di belahan bumi manapun, pagi tadi warga PWPP-KP melaksanakan salat Idul Fitri.

Mereka melakukannya di areal terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Pelaksanaan salat Idul Fitri pagi tadi tidaklah di tanah lapang yang luas, melainkan di sebuah Masjid yang berdiri terkatung-katung di lahan calon megaproyek Bandara itu.

Baca: Ratusan Warga Berebut Berkah Gunungan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Sedari pukul 06.30 pagi, Masjid Al Hidayah di Pedukuhan Kragon II Palihan, Temon, Kulonprogo itu didatangi puluhan umat muslim.

Tidak hanya warga PWPP-KP saja, namun warga lain yang lokasinya tak jauh dari masjid itupun melaksanakan salat di tempat itu.

Rasa kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, di tengah gema takbir yang terus berkumandang.

Sekira pukul 07.00 pagi salat Idul Fitri dilaksanakan, Ustaz Sofyan tokoh agama setempat didapuk menjadi Imam.

Sementara Fathul Yuda pemuka agama dari dusun lain ditunjuk sebagai khotib.

Baca: Asal Mula Ibadah Salat Id di Gumuk Pasir Parangkusumo

Dalam ceramahnya, khotib menerangkan bahwa memasuki bulan Syawal ini, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan 6 hari puasa atau yang sering disebut dengan puasa Syawal sebagai penyempurna ibadah di bulan puasa kemarin.

Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al Hidayah Palihan Temon Kulonprogo, Jumat (15/6/2018) pagi.
Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Al Hidayah Palihan Temon Kulonprogo, Jumat (15/6/2018) pagi. (TRIBUNJOGJA.COM / HENING WASISTO)

"Nabi Bersabda barangsiapa yang melaksanakan puasa Syawal setelah sebelumnya menjalankan puasa Ramadan, maka orang itu sama dengan menjalankan puasa selama satu tahun penuh," katanya di hadapan ratusan jamaah.

Sementara itu, Ustadz Sofyan menjelaskan, salat Idulfitri yang dilaksanakan pagi tadi setidaknya diikuti sebanyak 200 jamaah.

Dari jumlah itu, infaq yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 980 ribu.

Lanjutnya, beberapa hari sebelumnya pun pengurus Masjid Al Hidayah juga berhasil melaksanakan penerimaan zakat fitrah dan mal.

Dijelaskan, zakat fitrah yang berhasil dikumpulkan yakni 188 kilogram beras beserta uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Sementara zakat mal yang berhasil terkumpulkan sebesar Rp 1 juta.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved