Sains
Mudah Marah Ketika Lapar? Ini Sebabnya
Para peneliti menemukan bahwa kelaparan yang membuat orang lebih mudah tersinggung lebih rumit dari sekadar masalah gula darah yang turun.
"Idenya adalah bahwa gambar negatif memberikan konteks bagi orang untuk menafsirkan perasaan lapar mereka sebagai makna pictograf yang tidak menyenangkan," ujar MacCormack.
"Jadi tampaknya ada sesuatu yang istimewa tentang situasi yang tidak menyenangkan yang membuat orang-orang memanfaatkan rasa lapar mereka lebih dari situasi yang menyenangkan atau netral," imbuhnya.
MacCormack dan timnya kemudian melakukan percobaan ketiga untuk memastikan hasil tersebut.
Pada percobaan di laboratorium kali ini, mereka merekrut hampir 250 mahasiswa.
"Mereka tidak tahu ini adalah percobaan tentang rasa hangry," kata MacCormack.
Sebanyak 118 peserta diminta berpuasa selama 5 jam.
Sedangkan 118 peserta lain diminta untuk makan sebelum percobaan.
Sesampainya di laporatorium, separuh mahasiswa dari kedua kelompok diminta menulis esai yang berfokus pada emosi yang mereka rasakan.
Setengah peserta lainnya diminta menulis esai tentang 'hari yang netral tanpa emosi'.
Kemudian, para mahasiswa tersebut dimasukkan dalam latihan komputer yang membosankan dan sulit.
"Saya mendesain tugas palsu ini dengan lingkaran berwarna. Warna yang digunakan mencolok, cerah, dan sulit dilihat, dan itu tugas yang sulit dengan seratus uji coba," kata MacCormack.
Baca: Jangan Buru-buru Makan, Kenali Dulu Rasa Laparmu
Namun, hal itu tak cukup.
Tim peneliti juga memprogram komputer yang digunakan peserta untuk eror.
Hal ini digunakan untuk menyalahkan peserta.
"Oh, tombol apa yang Anda tekan? Anda pasti telah menyebabkan eror," kata MacCormack.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anak-marah_20180308_170831.jpg)