Singgah di Masjid Bersejarah

Video Masjid Langgar Agung Magelang, Menyusuri Jejak Dakwah Pangeran Diponegoro

Meski berukuran kecil, masjid tersebut menyimpan riwayat sejarah perjuangan dan dakwah Pangeran Diponegoro.

Namun, masyarakat meminta petilasan dibangun menjadi tempat ibadah, sama seperti kala Pangeran Diponegoro ada.

Pada 1965, terjadi pemberontakan PKI. Walhasil, pembangunan masjid terhenti sejenak. Setelah situasi mereda, pembangunan berlanjut dan tuntas pada 1972.

Fondasi masjid dengan pengimaman berada di atas tatanan batu yang didirikan oleh Pangeran Diponegoro.

Oleh sang takmir ketika itu, H Fathoni, ditetapkanlah nama Masjid Langgar Agung.

Masjid tersebut, hingga sekarang, masih berdiri kokoh dan dipergunakan sebagai tempat ibadah masyarakat.

Di sana juga menjadi pusat pendidikan agama Islam.

“Kini, Masjid Langgar Agung menjadi pusat kegiatan keagamaan sebuah sekolah dan Pondok Pesantren Nurul Falah,” tambah Shodiq.

Arsitektur unik

Masjid Langgar Agung mempunyai luas sekitar 8x18 meter persegi. Arsitektunya cukup unik dengan enam kubah yang berdiri di berbagai penjuru.

Kubah utama dan kubah kecil mempunyai tinggi 25 meter, meniru kubah Masjid Nabawi di Haram, Madinah, Arab Saudi.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved