Serial Masjid Bersejarah
Singgah dan Menilik Nuansa Historis Masjid Al Muhajirin Tayuban
Konon, lokasi masjid berpindah beberapa kali secara ajaib sebelum menempati lokasi saat ini.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Konon, lokasi masjid berpindah beberapa kali secara ajaib sebelum menempati lokasi saat ini.
Itulah sekelumit kisah yang mengiringi Masjid Al Muhajirin.
Bukan tanpa alasan masjid yang terletak di Pedukuhan Gentan, Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo ini menyandang nama Al Muhajirin maupun sebutan masjid tiban.
Konon, lokasi masjid berpindah beberapa kali secara ajaib sebelum menempati lokasi saat ini.
Muhajirin jika diartikan secara bebas dari bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia memiliki makna orang yang hijrah atau berpindah, mengikuti asal usulnya terkait peristiwa perpindahan umat Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.
Sedangkan masjid tiban jika diartikan memiliki makna sebagai masjid yang tiba-tiba saja muncul.
Sesuai namanya, Masjid Al Muhajirin disejarahkan pernah berpindah-pindah lokasi dan bahkan pernah berpindah dalam waktu sekejap dengan cara yang misterius tanpa seorang pun tahu.
Hal itu dikisahkan oleh sesepuh Al Muhajirin, Abikusna bin Isbakir yang juga keturunan generasi ke-9 dari pendiri masjid, Kyai Idzni Barrin.
Kisah selengkapnya bisa dibaca di koran Tribun Jogja edisi Selasa (12/6/2018) di halaman 1. (*)