Kuliner

Tahukah Anda, Kue Kukis pada Awalnya Dipakai untuk Menguji Suhu Oven?

Kue manis yang terbuat dari olahan tepung ini bisa dibuat dengan tekstur renyah maupun lembut.

Tayang:
Editor: Ari Nugroho
www.instagram.com/loriastern
Ilustrasi: 'Flower-cookies' karya Lori Stern. 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang yang menyukai kue cookies alias kukis yang berbentuk tipis, manis dan biasanya berukuran kecil ini.

Kue manis yang terbuat dari olahan tepung ini bisa dibuat dengan tekstur renyah maupun lembut.

Kata "kukis" berasal dari bahasa Belanda, koekje yang berarti kue kecil.

Di Jerman, cookies disebut keks atau plzchen.

Sementara, orang Italia menyebutnya sebagai amaretti atau biscotti, dan berbagai penyebutan lain di negara yang berbeda.

Baca: Wow, Kue Kering Batik Jogja

Dilansir dari What’s Cooking America, berdasarkan sejarahnya, kukis pertama kali dibuat sebagai bahan tes untuk menguji suhu pada oven.

Adonan tepung dibentuk dengan ukuran kecil kemudian dimasukkan ke dalam oven.

Dari laman Popsugar, diketahui sejarah choco chips juga ditemukan secara tidak sengaja oleh Ruth Graves Wakefield pada 1938.

Ia membuat kukis dengan taburan irisan coklat di atasnya.

Bukannya meleleh, irisan coklat itu justru tetap berbentuk utuh di luar dugaan Wakefiel dan orang-orang menyukai kukis buatannya.

Persebaran

Gula, yang berasal dari dataran Asia Selatan, kemudian menyebar ke wilayah Persia (sekarang Iran) dan Mediterania Timur.

Iran menjadi negara pertama yang menggunakan gula dalam membuat kue.

Dan, di negara inilah kukis berasal.

Kedatangan muslim ke Spanyol kemudian membawa teknik dan resep kukis dataran Arab ini hingga ke Eropa Utara.

Baca: Unik, di Desa Ini Tempe Diolah Menjadi Donat Hingga Kukis

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved