Gas elpiji

Pangkalan yang Jual Gas Melon di Atas Rp18.000 Terancam Sanksi

Pangkalan yang Jual Gas Melon di Atas Rp18.000 Terancam Sanksi dari Pemerintah.

Pangkalan yang Jual Gas Melon di Atas Rp18.000 Terancam Sanksi
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Karyawan di sebuah gudang transit agen gas elpiji di Sleman tengah mengangkut tabung-tabung gas melon untuk didistribusikan ke pangkalan, Senin (3/10/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Subiyanta Hadi, melarang pangkalan gas elpiji menjual gas ukuran 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menurutnya, larangan ini berdasarkan keputusan bersama yang telah disepakati sebelumnya yang melibatkan 11 perwakilan agen pangkalan gas elpiji di Bantul, dinas terkait dan pihak kepolisian.

"Penjualan gas kita meniru pola Het gas yakni Rp 15.500. Namun, bagi pangkalan yang malakukan kenaikan 10 persen dari harga itu, tidak ada masalah. Harga tertinggi maksimal yang telah disepakati Rp 18.000 pertabung," terangnya, kepada tribun Jogja, kemarin.

Bagi pangkalan yang menjual gas elpiji ukuran 3 kg melebihi harga Rp 18.000 pertabung, maka bisa dilaporkan dan bisa dikenakan sanksi.

"Jika ada pangkalan menjual (gas melon) diatas Rp 18.000 bisa dilaporkan. Kita juga akan terus pantau harga penjualan melalui satgas," ungkapnya. (tribunjogja)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved