Serial Masjid Bersejarah

Masjid Agung Giriloyo, Napak Tilas Sultan Agung Sepulang dari Mekkah

Usia dari kedua masjid dan pemakaman diperkirakan tak jauh berbeda, dibangun pada Abad 16 Masehi

TRIBUNJOGJA.COM - Berdiri tegak dibawah Bukit Kabul, Giriloyo, Masjid Agung ini dikelilingi pohon rindang.

Udara sejuk pun menyelimutinya yang menambah khuyuk jemaah beribadah.

Masjid Agung Giriloyo merupakan satu di antara masjid tua yang berdiri kokoh di kaki sebuah bukit di Kompleks Pemakaman Giriloyo, Dusun Cengkehan, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Berdirinya masjid dan Kompleks Makam Giriloyo ini sangat erat kaitannya dengan Masjid Pajimatan dan Kompleks Pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri.

Usia dari kedua masjid dan pemakaman diperkirakan tak jauh berbeda, dibangun pada Abad 16 Masehi lebih dari 368 tahun silam.

Diceritakan Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Muhammad Ilham, Kompleks Pemakaman Giriloyo dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung, tepatnya pada kisaran tahun 1632 Masehi.

Untuk diketahui, Sultan Agung memerintah kerajaan Mataram dari tahun (1611-1645) M.

Awal mula pembangunan Kompleks Pemakaman Giriloyo bermula ketika Sultan Agung, menunaikan Salat Jumat di Mekkah, Arab Saudi. Tak sengaja menemukan tanah yang berbau wangi.

"Sultan tertarik dengan tanah itu dan menginginkan, jika kelak meninggal, ia dan keluarganya berharap bisa dimakamkan di tanah wangi itu," tutur Ilham.

Kisah selengkapnya seputar Masjid Agung Giriloyo bisa dibaca di koran Tribun Jogja edisi Jumat (1/6/2018) di halaman 1. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved