Kota Yogyakarta

Warga RT 15 Tegalrejo Yogyakarta Membuat Kampung Piala Dunia 2018

Memasuki lingkungan RT 15, ada sebuah gapura warna-warni bertuliskan Kampung Piala Dunia RT 15 Tegalrejo Yogyakarta yang menyambut.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kemeriahan Kampung Piala Dunia di RT 15 RW Tegalrejo Yogyakarta menyambut Piala Dunia 2018, Rabu (30/5/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi pecinta sepakbola, Piala Dunia tentu menyedot perhatian.

Ada saja cara pecinta bola untuk mengungkapkan ekspresinya, satu di antaranya warga di RT 15 Tegalrejo Yogyakarta.

Mereka pun menyambut Piala Dunia dengan meriah.

Memasuki lingkungan RT 15, ada sebuah gapura warna-warni bertuliskan Kampung Piala Dunia RT 15 Tegalrejo Yogyakarta yang menyambut.

Kemeriahan tidak habis di gapura saja, bendera-bendera peserta Piala Dunia pun menghiasi.

Tembok-tembok rumah warga pun ikut meriah dengan lukisan bertajuk Piala Dunia.

Baca: Penyerang Manchester United Ini Terancam Tak Dibawa ke Piala Dunia

Ketua RT 15 Tegalrejo, Misyadi (57) mengatakan warganya memang sering bermain sepak bola, khususnya anak-anak.

Kampung Piala Dunia dibuat atas aspirasi masyarakat yang menyukai sepak bola.

"Warga memang suka sepak bola, khususnya anak kecil, kadang ya campur anak muda, sama bapak-bapak, ibu-ibu juga kalau 17an ada lombanya. Ini aspirasi dari masyrakat guna menyambut Piala Dunia 2018," kata Misyadi saat ditemui di Kampung Piala Dunia (30/5/2018).

Waktu untuk membuat Kampung Piala Dunia terbilang singkat.

Warga bergotong-royong menghias lingkungannya sekitar 2 minggu saja.

Dana yang digunakan pun berasal dari warga sendiri.

"Awalnya saya bawa ke RW, tetapi kok lama tidak direspon, ya sudah RT saja ini. Semua dibuat oleh warga RT15. Kerja bakti bersama, ada 45 KK di Rt ini, semua ikut gotong-royong, dana juga patungan," lanjutnya.

Baca: Fisioterapis Liverpool Sampaikan Kabar Gembira, Mohammed Salah Bisa Tampil di Piala Dunia 2018

Sekretaris Panitia Kampung Piala Dunia, Yosia Ananta (24) mengungkapkan melalui Kampung Piala Dunia tersebut justru masyarakat bisa banyak belajar, mulai dari melukis hingga seni peran.

"Nggak ada yang sulit, cuma yang seru itu kami bikin video dari jam 8 pagi sampai buka puasa. Melalui Kampung Piala Dunia yang nggak bisa ngelukis jadi bisa dikit-dikit. Bahkan secara nggak langsung kemari kenalkan seni peran pada anak-anak lewat pembuatan video," ungkap Yosi.

Yosi menerangkan panitia membuat sebuah video yang bercerita tentang keberagaman yang ada di RT15.

Baca: Egy Maulana Optimis Bisa Lolos Piala Dunia

Melalui video tersebut juga bercerita kalau di mata sepak bola tidak ada perbedaan.

"Kami terdiri dari berbagai macam background, ada yang pedagang, PNS, ada yang Islam, ada yang Kristen. Tidak ada bedanya, tujuannya tumbuh barengan untuk merayakan piala dunia bareng juga. Ada di youtube rt15 tegalrejoyk, atau #RT15TEGALREJOYK," katanya.

Melalui Kampung Piala Dunia ini juga warga RT 15 lebih guyup.

Masyarkat bergotong-royong mewujudkan Kampung Piala Dunia.

"Awalnya cuma dikit yang kerja, lama-lama warga penasaran, terus ikut bantu. bahkan yang jarang keluar akhirnya jadi keluar," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved