Kriminalitas

Perempuan Muda yang Ditemukan Meninggal di Bulak Cepoko Bantul Ternyata Warga Pandak

Kepastian itu didapat setelah warga dan saudara korban mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
IST
Mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di bulak sawah Dusun Cepoko, Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Rabu (30/5/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang perempuan muda yang ditemukan tewas di Bulak Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Bantul, Rabu (30/5/2018) pagi tadi, dipastikan bukan warga Gunungkidul, melainkan warga Gilangharjo, Pandak, Bantul.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Suratija.

Ia memastikan bahwa korban yang ditemukan tersebut di Bulak Dusun Cepoko Bantul adalah Jumiyati (33) warganya.

Kepastian itu didapat setelah warga dan saudara korban mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta.

"Sudah ngasih kabar dan memang benar," kata Suratija, di rumah duka, Rabu (30/5/2018).

Dijelaskan Suratija, pihak kepolisian sudah datang ke rumah duka pada Rabu siang, dan adik korban, Imam, kemudian dua warga yakni Tukijo dan Suraji diajak serta ke RS Bhayangkara.

Baca: Pagi-pagi Buta, Warga Cepoko Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Tepi Sawah

Ketiga warga ini diajak oleh polisi ke rumah sakit untuk memastikan kebenaran korban adalah Jumiyati.

"Dari kaus kaki, sepatu dan jaket. Semuanya warga mengenali," terangnya.

Jumiyati sendiri adalah anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan suami istri Kumar (50) dan Suradiyem (48), warga Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul.

Jumiyati merupakan janda dengan anak satu berjenis kelamin perempuan.

Baca: Pembunuhan Bulak Cepoko Diduga Bermotif Asmara, Pelaku Pukul dan Injak Kepala Korban

Korban sudah bercerai selama dua tahun dengan suaminya, Mahadi. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Jumiyati berjualan air milagros.

"Jumiyati mulai bepergian kemarin pagi, dan tadi malam sudah tidak pulang ke rumah," jelas Kamar menggunakan bahasa jawa.

Izin berbisnis Milagros.

Lebih lanjut kumar menjelaskan, sebelum pergi, Jumiyati sempat meminta izin kepada orangtuanya. Izinnya untuk berbisnis milogros.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved