Serial Masjid Bersejarah

Menilik Sisi Historis dan Religius Masjid Besar Puro Pakualaman

Melihat arsitektur bangunan masjid ini tak lepas dari gaya bangunan Puro Pakualaman.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persis di sebelah barat Puro Pakualaman masjid ini berdiri.

Masjid Besar Pakualaman atau Masjid Puro Pakualaman namanya.

Melihat arsitektur bangunan masjid ini tak lepas dari gaya bangunan Puro Pakualaman.

Memasuki serambi masjid ini, langsung disambut tulisan di sebuah tembok persis di tengah gerbang pintu masuk berbunyi "terus luhur terusto raharjo".

Kurang lebih ungkapan dalam bahasa Jawa ini bermakna 'jalan lurus menuju kesejahteraan.'

Masjid yang berlokasi di Kauman, Pakualaman, Yogyakarta ini didirikan pada tahun 1831 M oleh Sri Paduka Paku Alam II.

Muhammad Djati Hudaya, Wakil Ketua Takmir masjid ini menjelaskan, kala itu, BRM Surjadi atau Sri Paku Alam I (putra Sri Sultan Hamengku Buwono I memberi instruksi kepada KRT Natadiningrat atau Sri Paku Alam II agar membangun sebuah masjid.

Penjelasan kapan masjid ini didirikan masih bisa dilihat pada prasasti dalam dua bahasa yakni Arab dan Jawa yang diletakkan pada dinding serambi Masjid.

Prasasti ini terdiri dari empat buah, dua prasasti dalam bahasa Jawa dan dua lagi dalam bahasa Arab.

Kisah selengkapnya tentang sejarah Masjid Puro Pakualaman ini bisa dibaca di koran Tribun Jogja edisi Kamis (31/5/2018) di halaman 1. (*)

Penulis: yud
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved