Lipsus Gelimang Rupiah dari Bisnis Kicau

Pebisnis Burung di Sleman Rela Gelontorkan Rp 2 Miliar

Demi indukan burung terbaik, ia menganggarkan dana miliaran rupiah untuk mendatangkan indukan kenari terbaik dari negara Belanda dan Jerman.

Pebisnis Burung di Sleman Rela Gelontorkan Rp 2 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Hening Wasisto
Suasana kontes burung kicauan di Modalan Banguntapan Bantul akhir pekan kemarin, Sabtu (25/5/2018) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dunia kicauan yang tengah menggeliat rupanya dimanfaatkan betul oleh sejumlah penangkar burung kicauan untuk mencetak dan menghasilkan burung-burung berkualitas terbaik di kelasnya.

Satu di antaranya adalah Dian Nur Cahyo.

Sudah hampir tiga tahun, pemuda 29 tahun ini fokus untuk menangkarkan burung kenari jenis yorkshire.

Dian rupanya tak main-main dalam menggeluti bisnis penangkaran burung ini.

Dia bersama ketiga kawannya, rela merogoh kocek dengan jumlah fantastis untuk mendatangkan indukan burung kenari jempolan.

Demi mendapatkan indukan burung terbaik itu, Dian bersama kolega mesti menganggarkan dana miliaran rupiah untuk mendatangkan indukan kenari terbaik dari negara Belanda dan Jerman.

"Misalnya yang terakhir kemarin. Sekali datang bisa mencapai 450 ekor burung, invoice-nya sekitar 2 M (2 miliar rupiah)," kata Dian saat Tribun Jogja bertandang ke kediamannya, kemarin.

"Mayoritas burung dari Belanda dan Jerman," lanjutnya

Dian menjelaskan, di tempat asalnya satu ekor burung itu dibanderol dengan harga bervariasi.

Rata-rata, satu ekor burung dihargai di atas Rp5 juta.

Halaman
1234
Penulis: sis
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved