Lipsus Gelimang Rupiah dari Bisnis Kicau

Pebisnis Burung di Sleman Rela Gelontorkan Rp 2 Miliar

Demi indukan burung terbaik, ia menganggarkan dana miliaran rupiah untuk mendatangkan indukan kenari terbaik dari negara Belanda dan Jerman.

Pebisnis Burung di Sleman Rela Gelontorkan Rp 2 Miliar
TRIBUNJOGJA.COM / Hening Wasisto
Suasana kontes burung kicauan di Modalan Banguntapan Bantul akhir pekan kemarin, Sabtu (25/5/2018) sore. 

Harga itu bisa lebih murah ketika membeli burung dalam jumlah banyak.

Proses pengiriman burung ini terbilang cepat.

Dibutuhkan waktu tiga hari untuk sampai ke Indonesia dari tempat asalnya di daratan Eropa.

Burung-burung ini dikirim dari negara eksportir dengan kotak khusus melalui jalur udara.

Dian berani memastikan burung-burung yang dia datangkan sudah sesuai ketentuan dan terjamin kesehatannya.

"Ini (burung) sebelum sampai ke tempat kami, sebelumnya sudah dicek dulu di balai karantina untuk memastikan burung dalam kondisi fit, tidak membawa virus, tidak mengkhawatirkan untuk masuk ke Indonesia, barulah sampai ke tangan kita. Biasa ngambilnya di (bandara) Juanda (Surabaya)," ujar Dian.

Setelah melalui proses yang cukup panjang itu, burung-burung itu kemudian disortir, sebelum akhirnya diperjualbelikan kembali di lapak khusus penjualan burung yang dikelola Dian di Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Dalam proses penyortiran itu, burung-burung yang terbilang istimewa dipisahkan, dilabeli dengan harga yang berbeda yang mana cenderung lebih mahal dari burung dengan kualitas biasa.

"Burung-burung terbaik itu kami beri harga yang berbeda. Kalau pembeli mau dengan harga segitu, ya kami lepas, tapi kalau tidak mau, ya kami buat indukan sendiri," jelasnya.

Dalam sekali transaksi, Dian bisa meraup keuntungan berlipat dari bisnis jual beli burung ocehan ini.

Halaman
1234
Penulis: sis
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved