Erupsi Gunung Merapi

BPPTKG: Letusan Magmatis Tidak Selalu Besar Seperti Tahun 2010

BPPTKG: Letusan magmatis tidak selalu besar seperti tahun 2010 yang meluluhlantakan wilayah lereng Merapi.

Penulis: Rizki Halim | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Pos Selo
Letusan freatik Merapi, Senin (21/5/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Hari ini Gunung Merapi kembali mengalami erupsi, namun berbeda dengan sebelumnya, letusan yang terjadi pagi ini disertai dengan adanya awan pijar merah.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG) menerangkan bahwa fenomena tersebut merupakan salah satu proses menuju letusan magmatis.

Namun demikian, BPPTKG menjelaskan bahwa letusan magmatis tidaklah selalu terjadi erupsi secara besar-besaran seperti yang terjadi pada tahun 2010 lalu.

"Jangan dibayangkan magmatis itu hanya seperti 2010 yang erupsinya besar," jelas Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Kamis (24/5/2018).

Baca: Kunjungi BPPTKG, Sultan: Kalau Konsisten Hindari Korban Sebenarnya Bisa, Hanya Manut Opo Ora

Hanik memberikan contoh, beberapa erupsi magmatik yang pernah terjadi tidak semuanya selalu dalam skala letusan besar.

"Misalnya tahun 2006 itu juga magmatis, contoh lainnya Gunung Kelud 2007 yang hanya menimbulkan kubah lava atau merapi 2002 itu juga magmatis," imbuhnya.

Selain itu, tanda-tanda yang diberikan oleh Gunung Merapi sejauh ini juga belum menunjukan proses magmatis akan segera terjadi.

"Bukan berarti kalau magmatis itu meletus besar, saat ini masih terjadi inflasi, dan belum deflasi, jika sudah terjadi deflasi itulah benar benar sudah memasuki proses magmatis," pungkas Hanik. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved