Nasional

Putri Gusdur pun Merasakan Mencekamnya Atmosfir Jelang Reformasi

Pada periode 1997-1999, Yenny merupakan koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age.

Putri Gusdur pun Merasakan Mencekamnya Atmosfir Jelang Reformasi
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Yenny Wahid

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pengalaman mencekam jelang bergulirnya reformasi ternyata juga dirasakan oleh putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.

Ia punya pengalaman merasakan langsung atmosfir mencekam saat kerusuhan pecah di Jakarta menjelang Reformasi 1998.

Hingga kini, Yenny tidak bisa melupakan ingatan peristiwa 20 tahun silam tersebut.

Sebab, apa yang terjadi ia rasakan sendiri saat itu.

"Memang pada waktu itu karena Gus Gur stroke, saya mengawal beliau kemana-mana. Tetapi saya juga punya pekerjaan pada waktu itu sebagai wartawan," ujar Yenny dalam acara Refleksi 20 Tahun Reformasi, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Pada periode 1997-1999, Yenny merupakan koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Morning Herald dan The Age.

Tugasnya itu membuat dia harus melalukan reportase peristiwa kerusuhan jelang Reformasi.

Akibatnya, ia juga harus terkena gas air mata petugas keamanan untuk membubarkan kerumunan massa.

Baca: Setelah Reformasi, Uang Bergambar Soeharto Ditolak Pedagang, Kini Banyak Dijadikan Koleksi

Bahkan, Yenny juga punya pengalaman tak enak lainnya, yakni ditodong senjata oleh petugas keamanan.

"Waktu itu ada sekelompok pasukan untuk mensterilkan di ring road Trisaksi. Setelah itu ada penembakan-penembakan yang terjadi. Saya pas di situ," kata Yenny.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved