Kota Yogyakarta
Dhuafa Harus Bisa Bangkit dan Membantu yang Lain
Sido Muncul sudah rutin menggandeng Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan bahwa pihak Sido Muncul sudah rutin menggandeng Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR), satu di antaranya berupa santunan kepada dhuafa.
"Kegiatan ini mendorong silaturahmi dan mendorong warga agar menjadi lebih kuat. Dhuafa itu kan artinya lemah, asal kata dhoif," ungkapnya, ketika memberi sambutan dalam Santunan Sido Muncul untuk 1.000 Dhuafa, di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Selasa (22/5/2018).
Ia juga menambahkan, bahwa yang dilakukan Sido Muncul selaras dengan program yang tengah digencarkan pemerintah yakni Gandeng Gendong yang melibatkan 5K yakni Pemerintah Kota, Korporasi, Komunitas, Kampus, dan Kampung.
"Kerjasama dari yang kuat untuk yang lemah, ini prinsip Gandeng Gendong yang sudah diterapkan di sini. Ada swasta, pemerintah, dan masyarakat," ucapnya.
Ia juga meminta kepada warga yang menerima bantuan untuk saat ini agar bisa bangkit sehingga tahun depan tidak lagi ada di deretan dhuafa yang menerima santunan.
"Kalau sekarang menerima, tahun depan jangan menerima lagi. Artinya kan dari yang lemah sudah berubah menjadi kuat. Gantian yang dibantu, sehingga bisa merata bantuan yang diberikan," tuturnya.
Haryadi menerangkan, bahwa pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta tidak hanya meliputi pembangunan fisik, namun juga pembangunan mental.
Menurutnya menanamkan nilai dan budaya kepada masyarakat menjadi tantangan tersendiri karena tingkat kesulitannya yang tinggi.
"Paling sulit membangun mental dan nilai. Kalau pembangunan fisik relatif gampang. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Kalau kita memberi, maka rezeki kita tidak akan berkurang," ujarnya.
Ia meminta agar penerima bantuan tersebut, ketika menjadi kuat maka akan memberikan kesempatan yang lain untuk bisa dibantu.
Nantinya mereka yang sudah bisa bangkit dan menjadi kuat pun berpotensi untuk membantu sesama.
"Memberi ada tiga cara. Pertama, tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu. Kedua, memberikan kepada orang yang tidak bisa membalas pemberian kita. Terakhir adalah ikhlas, yakni setelah memberi lalu lupa," tambahnya.
Selain kepada penerima bantuan, ia juga berpesan kepada koordinator wilayah selaku perwakilan dari masing-masing Kecamatan yang hadir untuk menerima santunan tersebut untuk amanah dan menguatkan hati untuk tidak mengurangi porsi santunan yang menjadi hak dhuafa.
"Jangan mengambil yang bukan punya haknya. Allah Maha Tahu. Kalau dititipi yang amanah. Diberikan kepada mereka sesuai dengan jumlahnya. Jangan terus dikurangi uang bensin, uang buka, dan seterusnya. Malah tombok nanti," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bantuan-untuk-1000-dhuafa-kepada-wali-kota-yogyakarta-haryadi-suyuti_20180522_200332.jpg)