DIY
Beban Ringroad Sudah Terlalu Berat
Yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana supaya jalur-jalur alternatif itu bisa familiar bagi kalangan pemudik, atau wisatawan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Optimalisasi jalur-jalur alternatif di penggalan jalan utama menuju Yogyakarta dianggap sebagai upaya mutlak yang harus dilakukan jelang memasuki masa lebaran mendatang.
Terlebih, beban ringroad dewasa ini sudah teramat berat.
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri, mengatakan bahwa yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana supaya jalur-jalur alternatif itu bisa familiar bagi kalangan pemudik, atau wisatawan.
Hal tersebut, lanjutnya, sesuai dengan instruksi dari Gubernur DIY.
"Jadi, tidak semuanya masuk kota melalui ringroad, karena beban ringroad sudah sangat berat. Harus ada yang lewat jalur alternatif, sehingga beban tidak menumpuk di pintu masuk, atau perbatasan," katanya, Senin (21/5/2018).
Baca: Kapolda DIY Tegaskan Tidak Ada Pungutan Dalam Rekrutmen Anggota Kepolisian
"Misal, yang dari arah Magelang, bisa lewat Turi, Tempel, sampai Prambanan, itu terus. Cuma, permasalahannya kan orang-orang tidak familiar. Karena itu, Dishub dan Ditlantas harus siapkan itu, bisa dikasih rambu-rambu, atau fasilitas lain," tambah Dofiri.
Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan, sebelum berlangsungnya Operasi Ketupat nanti, pihaknya sejauh ini sudah melakukan cipta kondisi.
Sasarannya tentu saja meliputi penyakit masyarakat, seperti minuman keras (miras), hingga petasan yang meresahkan warga.
Baca: Kapolda Jateng Tegaskan PIhaknya Tak Akan Pernah Gentar Melawan Aksi Terorisme
"Kemudian hal-hal lain, yang tentunya kita tahu, antisipasi berbagai macam jenis kejahatan, tetutama terkait terorisme dan sebagainya," ucapnya.
Dofiri tidak memungkiri, dalam rapat koordinasi Forkompimda DIY, di Kantor Gubernur DIY, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, pada Senin (21/5/2018), masalah keamanan turut menjadi sorotan.
Ia pun berharap, Yogyakarta bisa tetap dalam keadaan kondusif.
"Tapi, dengan catatan, masyarakat ikut bahu-membahu untuk antisipasi itu. Sebab, yang paling penting dalam antisipasi terorisme adalah dari sisi pencegahan. Pencegahan itu, ya dimulai dari lingkungan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kapolda-di-kepatihan_20180315_145447.jpg)