Travel
Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Mangut Beong, Kuliner Istimewa dari Magelang
Mangut Beong ini sejatinya adalah masakan mangut seperti pada umumnya, tetapi yang membuatnya beda adalah ikan yang dimasak adalah ikan Beong.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sajian kuliner untuk berbuka puasa memang beraneka macam, dari jajanan kaki lima sampai restoran.
Namun, kuliner satu ini akan membuat buka puasa menjadi lebih nikmat.
Adalah Mangut Beong, satu di antara kuliner khas dari Kabupaten Magelang.
Mangut Beong ini sejatinya adalah masakan mangut seperti pada umumnya, tetapi yang membuatnya beda adalah ikan yang dimasak adalah ikan Beong.
Ikan yang bernama latin Mystus Nemurus ini konon hanya dapat ditemukan di Kabupaten Magelang.
Ikan Beong, orang-orang lokal menyebutnya, memiliki patil dan kumis seperti ikan Lele, warnanya hitam, sementara ekornya mirip dengan ikan bandeng.
Tak banyak warung makan yang menjual masakan Mangut Beong ini.
Hal ini dikarenakan populasi ikan Beong sebagai bahan utama masakan semakin menurun beberapa tahun belakangan.
Sementara harga ikan ini juga cukup mahal di pasaran.
Tetapi jangan khawatir, ada salah satu warung makan yang cukup dikenal yang masih menyajikan masakan ini, yakni di Warung Omah Kayoman, di Dusun Dusun Paren, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Nama Kayoman ini dari istilah Jawa, yang artinya berada di lokasi teduh dan agak tersembunyi.
Pemilik Warung Omah Kayoman, Ipuk, menceritakan keistimewaan dari kuliner Mangut Beong ini.
Mangut Beong ini menggunakan ikan Beong sebagai bahan dasar masakan.
Ikan Beong ini didapat dari para pengepul yang mencarinya di Sungai Progo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mangut-beong_20180520_181821.jpg)