Serial Masjid Bersejarah

Masjid Banyusumurup: Soko Guru Masih Asli dari Masa 3,5 Abad Lalu

Berdirinya semasa dengan penguburan Pangeran Pekik dari Surabaya, yang dikebumikan di Makam Banyusumurup.

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berdiri terpencil di sebuah lembah perbukitan Mangunan, Masjid Banyusumurup memiliki riwayat panjang nan bersejarah.

Berdirinya semasa dengan penguburan Pangeran Pekik dari Surabaya, yang dikebumikan di Makam Banyusumurup.

Ini kompleks makam tua yang khusus diperuntukkan bagi "musuh-musuh" kerajaan masa itu.

Empat tiang kayu jati ukuran 19x19 sentimeter menopang atap masjid yang berbentuk joglo.

Bertengger di puncaknya mustaka masjid yang terlihat kuno.

Semua elemen kerangka bangunan masjid ini kayu jati lawas, termasuk serambinya yang berbentuk limasan.

Baca: Personel Bhabinkamtibmas Ingatkan Takmir Masjid untuk Pasang CCTV

Begitu tuanya usia kayu jati kerangka masjid itu bisa dilihat dari warnanya yang cokelat tua, kadang berseling warna kehijauan berselimut jamur atau lumut tipis.

Versi lain, konon masjid ini berdiri sejak masa Sultan Agung berkuasa di Keraton Kerta.

Menurut Muji Raharjo, seorang abdi dalam Makam Banyusumurup yang juga dituakan di Dusun Banyusumurup, konon Sultan Agung ketika itu tengah berkeliling Imogiri mencari calon lokasi makam kerajaan, dan sampai ke sebuah lembah.

Ia lalu mencari air untuk wudu tapi tidak menemukan.

Sultan Agung kemudian meletakkan tongkatnya ke tanah, lalu mengucurlah air.

Ia kemudian salat di lokasi yang kemudian didirikan Masjid Banyusumurup.

Baca selengkapnya di Tribun Jogja Edisi Minggu, 20 Mei 2018.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: xna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved