Internasional

Kisah Warga Muslim Islandia yang Berpuasa 22 Jam Saat Ramadan

Di Islandia, imsak datang pukul 01.56 dini hari dan mereka baru berbuka puasa pukul 23.47 hampir tengah malam.

Editor: Gaya Lufityanti
internet
Kisah Warga Muslim Islandia yang Berpuasa 22 Jam Saat Ramadan 

Menurut Anbari, dia tidak pernah merasa kelaparan meski setiap hari harus tetap memasak. 

Cuaca dingin Islandia membuatnya tidak terlalu tersiksa rasa lapar, hanya saja dia jadi lebih mudah mengantuk dari biasanya.

Menu berbuka puasa di Islandia yang populer adalah teh remoah hangat dan sup rempah yang disebut dengan sup Harira.

Mereka akan menyantapnya bersama-sama keluarga, atau saat buka puasa di masjid.

Namun, kedua menu itu hanya sebagai menu pembuka.

Karena banyak warga muslim yang berasal dari Timur Tengah, roti dan nasi mandhi juga kerap jadi hidangan utama.

Beberapa muslim di Islandia juga mengaku tidak memiliki masalah saat mereka pergi bekerja atau berjalan-jalan sementara orang di sekelilingnya makan.

"Menurutku, puasa bukan sekedar tidak makan. Orang-orang di sekitarku makan, aku tidak tergoda. Ini adalah ibadah. Anggap saja aku sedang merasakan penderitaan orang-orang yang tidak mampu membeli makanan karena tidak punya uang," ungkap seorang karyawan muslimah.

Mereka juga akan tidur setelah pulang bekerja karena lelah, tapi mereka berkeyakinan kuat untuk menjalani puasa Ramadan sebaik mungkin hingga Idul Fitri nanti.

Itulah beberapa tantangan puasa Ramadan di Islandia yang harus mereka jalani selama 22 jam setiap harinya.

Artikel ini telah tayang di Intisari Online dengan judul Puasa Selama 22 Jam per Hari, Ini Tantangan Ramadan yang Harus Dilalui Muslim di Islandia http://intisari.grid.id/read/03672081/puasa-selama-22-jam-per-hari-ini-tantangan-ramadan-yang-harus-dilalui-muslim-di-islandia?page=all (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved