Kota Yogyakarta

Tidak Ada Divider, Jalan Terban Menggunakan Marka Solid

Tujuan penataan tersebut adalah untuk mengurai kemacetan yang selama ini terpusat di Jalan Terban dan merembet hingga Jalan Cik Ditiro.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Sejumlah kendadaraan melintasi proyek penembahan lajur di jalan Terban, Yogyakarta, Senin (7/5/2018). Untuk mengatasi kemacetan dikawasan tersbeut pemerintah akan menambah dari dua lajur menjadi tiga lajur untuk ke arah barat dan untuk lajur ke arah timur dikurangi menjadi satu lajur. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penataan Jalan Terban masih terus berlangsung hingga saat ini.

Tujuan penataan tersebut adalah untuk mengurai kemacetan yang selama ini terpusat di Jalan Terban dan merembet hingga Jalan Cik Ditiro.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Golkari Made Yulianto mengatakan bahwa proses yang saat ini tengah berlangsung meliputi penebangan pohon lama dan pembongkaran divider.

Pembongkaran tersebut akan berlanjut hingga menjelang Lebaran.

"Termasuk pembongkaran trotoar sisi utara juga akan dilakukan. Trotar itu kan nanti akan ditambah lagi lebarnya," ungkapnya, Kamis (10/5/2018).

Baca: Lalu Lintas di Jalan Terban Segera Diubah

Ia menuturkan bahwa ketika semua penataan fisik telah selesai, pihaknya akan menerapkan manajemen lalu lintas yang baru yakni tiga lajur dari arah timur ke barat dan satu lajur untuk ke arah timur.

"Kami akan terus melakukan koordinasi dengan DIY pada saat penerapan manajemen lalu lintas. Tapi rencananya manajemen lalu lintas diterapkan setelah Lebaran," ujarnya.

Golkari menegaskan, bahwa tidak akan ada lagi divider permanen sebagai pembatas antara lajur ke arah timur maupun ke arah barat.

Seluruh lajur akan dibatasi dengan marka, khusus batas antara lajur barat dan lajur timur akan diberik marka solid berupa garis lurus ganda.

"Ketika ada marka solid tidak boleh berbelok di situ dan juga tidak boleh berpindah lajur. Marka solid berada di satu lajur. Sementara pemisah di tiga lajur jalan yang ke arah barat menggunakan garis putus-putus," urainya.

Baca: Warga Terban Berharap DPRD DIY Bisa Hentikan Pembangunan Apartemen Terban

Ia optimis bahwa manajemen lalu lintas yang baru tersebut mampu mengurai kemacetan.

Pasalnya keputusan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan uji lapangan terkait volume kendaraan termasuk juga tujuan kendaraan tersebut.

"Tidak akan crowded karena kita sudah melakukan uji lapangan. Namun biasanya ketika dilakukan manajemen lalu lintas, selama 2-3 hari hingga seminggu pertama akan terjadi kelambatan karena orang-orang ingin mencoba. Tapi setelah mereka paham (lajur baru), maka akan berjalan normal," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Wirawan Haryo Yudo menjelaskan manajemen lalu lintas tersebut dilakukan lantaran antrean kendaraan di Jalan Terban saat lampu merah sudah mencapai Jalan Cik Ditiro dan menyebabkan kemacetan parah.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved