DIY
JITM 2018 Bantu Dongkrak Sektor Pariwisata DIY
Di tahun ini Aris berharap sektor pariwisata bisa meningkat persentase kontribusinya terhadap PDRB DIY atau paling tidak bertahan di posisi tersebut
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk yang ke-9 kalinya Jogja International Travel Mart (JITM) 2018 resmi berlangsung setelah dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi mewakili Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, Senin (7/5/2018) malam di Bangsal Kepatihan.
Ajang bisnis industri perjalanan wisata ini merupakan kerjasama dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY dengan DPD Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) dan BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Dalam ajang tahun ini diharapkan mencapai kenaikan target 15-18 persen dari tahun sebelumnya.
Acara yang bertajuk "Jogjakarta, A New Getaway to Your Journey" ini diikuti oleh 107 buyer dari 20 negara termasuk Indonesia serta 79 seller yang berasal dari Yogyakarta - Jawa Tengah yang akan berlangsung pada 7-9 Mei 2018.
Baca: JITM 2018 Sebagai Ajang Promosi Pariwisata DIY
Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda DIY, Gatot Saptadi menuturkan bahwa melalui kegiatan ini ia berharap mampu memberikan informasi awal mengenai perkembangan pariwisata di DIY.
Selain itu acara ini juga diharapkan mendorong sektor pariwisata lebih bergairah, dan bahkan mampu mengangkat predikat Yogyakarta sebagai kota pendidikan, budaya, dan tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara.
"Pesan kami, karena JITM 2018 merupakan event yang bergengsi, para partisipan harus bisa memanfaatkannya dengan baik, mengingat dalam event ini ada banyak peluang maka kesempatan besar untuk mempromosikan perjalanan bisnis yang dimiliki jangan pernah dilewatkan," jelasnya.
Sementara Kepala Dispar DIY, Aris Riyanta saat ditemui seusai acara menjelaskan kegiatan ini juga sebagai suatu perkenalan terhadap bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akan mulai beroperasi pada 2019 mendatang.
Baca: Table Top JITM Pertemukan Seller dan Buyer Jalin Kerjasama Bisnis
Sehingga nantinya, lanjut Aris akan semakin banyak jumlah direct flight atau penerbangan langsung dari berbagai negara yang berkunjung ke Yogyakarta.
"Jadi nanti tidak akan ada lagi kata-kata NTB, Nasib Tergantung Bali," tambahnya.
Gatot Saptadi sendiri berujar bahwa selama ini salah satu kendala pariwisata di DIY adalah minimnya jumlah penerbangan langsung.
"Paling cuma dua, hanya Singapore dan Malaysia. Bayangkan nanti kalau sudah jadi, dari Eropa, Thailand, Jepang, Australia, pasti nanti menginapnya disini lebih lama," cetusnya.
Penyumbang Kontribusi PDRB Terbesar Kedua
Menurut Aris dari data yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, sektor pariwisata menjadi sektor penyumbang terbesar ke-2 bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2017, naik satu tingkat dari tahun 2016 yang berada di posisi ke-3.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembukaan-jitm-2018_20180508_164142.jpg)