Bisnis

Gejolak Rupiah Buat Pengusaha Sulit Atur Rencana Bisnis

Bak dua sisi mata uang, sebagian pelaku usaha, melemahnya rupiah justru kabar baik eksportir misalnya mebel dan kerajinan tangan.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
net
uang rupiah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (8/5/2018) mengalami tekanan yang cukup dalam.

Ketua DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY Teddy Ghani Karim menyatakan, nilai tukar rupiah yang tidak menentu tersebut membuat para pengusaha di sektor industri kesulitan.

"Kalau berdasarkan diskusi teman-teman pengusaha dan asosiasi. Sebenarnya kita berharap mata uang kita lebih stabil. Kalau fluktuasi, kita dari segi planning jadi susah," ungkapnya.

Baca: Rupiah Capai Level 14.000 per Dolar AS, Produsen Elektronik Belum Naikkan Harga

Bak dua sisi mata uang, sebagian pelaku usaha, melemahnya rupiah justru kabar baik eksportir misalnya mebel dan kerajinan tangan.

Hal itu karena mereka menggunakan rupiah untuk biaya produksinya, sedangkan penjualannya dalam dolar AS.

Namun begitu, untuk sektor industri lainnya semisal industri farmasi serta industri makanan dan minuman, Teddy mengatakan bahwa ara pelakunya akan menjerit bila rupiah masih terus tinggi.

"Tapi kalau kita pandang 14.000  per dolar AS, sangat berat. Yang penting stabil di angka Rp 13.700 per dolar AS," ucapnya.

Baca: Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Terkait Kurs Rupiah Tembus Rp14.000 per Dollar AS

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Gonang Djuliastomo menyatakan, nilai tukar rupiah yang tidak menentu tersebut membuat para pengusaha di sektor industri kesulitan.

Menurutnya, Bank Indonesia bisa mulai melakukan intervensi, jika nilai tukar rupiah terus melemah.

Meski demikian, sudut pandang positif tetap perlu diambil menyikapi pelemahan tertinggi ini.(tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved