Bisnis

Rupiah Capai Level 14.000 per Dolar AS, Produsen Elektronik Belum Naikkan Harga

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer DIY, Willy Sudjono saat dihubungi via telpon mengatakan pihaknya masih belum merasakan akibat yang signifikan

Editor: Ari Nugroho
net
uang rupiah 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar per hari ini, Selasa (8/5/2018) telah menembus level Rp 14.000/dolar AS.

Kondisi ini disinyalir merupakan titik terendah rupiah sejak akhir 2015 lalu.

Menanggapi keadaan ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer DIY, Willy Sudjono saat dihubungi via telpon mengatakan pihaknya masih belum merasakan akibat yang signifikan dari terdepresiasinya rupiah.

Tapi tidak menutup kemungkinan kenaikan harga pasti akan terjadi apabila kondisi ini terus berlanjut.

Menurut Willy kondisi seperti ini tentunya sangat riskan bagi pelaku usaha elektronik yang sebagian besar produknya bertumpu di sektor impor.

Baca: Penjelasan Menkeu Sri Mulyani Terkait Kurs Rupiah Tembus Rp14.000 per Dollar AS

"Kalau kondisinya berlanjut kita juga lihat kondisi pasar bagaimana, kalau pasar bagus pengusaha ya tidak terlalu merugi lah, tapi kalau kondisi pasar lesu, nah ini jadi double ruginya. Satu sisi kurs turun, sisi lain pasar lesu," urainya.

Els Komputer Terban yang berlokasi di Jl. C. Simanjuntak juga senada.

Seorang sales berujar, Els sendiri belum melakukan perubahan harga meskipun kondisi rupiah telah melemah sejak Senin (7/5/2018) sore.

Baca: Rupiah Tembus Rp 14.000 per Dolar AS di Pasar Spot

Sementara itu salah seorang konsumen Els, Susi asal Condong Catur saat dimintai keterangannya mengenai kondisi rupiah yang melemah dan akan berpengaruh terhadap harga elektronik menjelaskan bahwa keadaan ini tentu memberatkan kepada para konsumen.

"Karena nanti akibatnya bukan cuman ke produk elektronik saja, bisa berdampak kesemuanya,"

Ia melanjutkan salah satu pertimbangan bagi konsumen dalam membeli produk elektronik terutama dirinya tentu harga menjadi prioritas utama.

Apabila harga naik, sambung Susi konsumen pasti akan berpikir dua kali untuk membeli produk. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved