Irma Grese, Perempuan Penjaga Kamp Nazi Paling Sadis dalam Sejarah
Diantara semua tokoh kejam yang menjadi kaki tangan Nazi, mungkin nama Irma Grese relatif tenggelam diantara nama-nama lainnya yang dikenal luas
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.com - Diantara semua tokoh kejam yang menjadi kaki tangan Nazi, mungkin nama Irma Grese relatif tenggelam diantara nama-nama lainnya yang dikenal luas. Padahal, perempuan ini merupakan salah satu penjaga Nazi yang paling kejam bahkan ia dijuluki sebagai yang paling ditakuti. Wajar saja, ia bukan hanya melakukan kejahatan brutal terhadap lawannya, tapi juga kepada rekan-rekannya sendiri.
Lahir pada musim gugur 1923, Irma Grese adalah salah satu dari lima anak. Menurut dokumen persidangan, 13 tahun setelah kelahiran Grese, ibunya melakukan bunuh diri ketika menemukan bahwa suaminya berselingkuh dengan seorang putri pemilik pub setempat.
Sepanjang masa kecilnya, Grese lebih banyak hidup dalam permasalahan. termasuk permasalahan di sekolah.
Baca juga:
Teriakan Menggetarkan Seorang Remaja Pemberani Menjelang Mautnya di Tiang Gantungan Nazi
Pembantaian yang Terlupakan! 10 Bukti Foto Mengerikan Genosida Nazi Terhadap Etnis Polandia
Senjata Kimia Nazi Ternyata Masih Ada! Dan Kini Bocor Meracuni Laut
Salah satu saudara perempuan Grese, Helene, memberi kesaksian bahwa Grese kerap kali dibully tanpa memiliki keberanian untuk membela dirinya sendiri. Saking tak tahannya, Grese akhirnya memilih keluar dari sekolah.
Untuk menghasilkan uang, Grese bekerja di ladang pertanian, lalu menjadi penjaga di toko.
Seperti kebanyakan orang Jerman lainnya, Grese tersihir oleh propaganda Hitler.
Hingga pada usia 19 tahun, Grese sudah bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Ravensbrück, tahanan wanita.
Satu tahun kemudian, pada tahun 1943, Grese dipindahkan ke Auschwitz, kamp kematian Nazi terbesar dan paling terkenal.
Sebagai seorang anggota Nazi yang loyal, berdedikasi, dan patuh, Grese kemudian dengan cepat naik ke pangkat strategis sebagai pengawas senior SS - peringkat tertinggi kedua yang bisa diberikan kepada wanita di SS.
Dengan begitu banyak wewenang, Irma Grese bisa leluasa melakukan aksi sadisme yang mematikan pada para tahanannya.
Dalam memoarnya, Five Chimneys, seorang warga Auschwitz, Olga Lengyel, menulis bahwa Grese memiliki banyak urusan dengan Nazi lainnya, termasuk Mengele.
Ketika tiba saatnya untuk memilih wanita untuk dimasukan ke kamar gas, Lengyel mencatat bahwa Grese sengaja akan memilih tahanan wanita yang cantik karena cemburu dan dengki.
Menurut penelitian profesor Wendy A. Sarti , Grese juga hobi dalam melakukan penyiksaan tahanan hingga mati dan juga aksi pelecehan seksual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/irma-grese-sang-penjaga-kamp-konsentrasi-nazi_20180502_110414.jpg)