Pendidikan

Pengolahan Minyak Kelapa Murni Tanpa Bau Tengik Melalui Metode Spontan ala Dosen FMIPA UGM

Metode spontan tersebut yakni kelapa harus cukup tua dan kering di pohon, sehingga bisa pecah dengan sendirinya.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Dosen FMIPA UGM, Ani Setyopratiwi, saat menunjukkan Virgin Coconut Oil pada Jumat (27/4/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dosen FMIPA UGM, Ani Setyopratiwi, menjelaskan pengolahan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) tanpa bau tengik ini, diolah dengan menggunakan metode spontan tanpa melalui pemanasan maupun penambahan bahan tambahan.

"Kami mencari cara bagaimana memisahkan minyak tanpa merusak struktur, komponen dan tidak menyebabkan tengik, saya punya metode spontan," ujarnya saat menggelar jumpa pers pada Jumat (27/4/2018).

Metode spontan tersebut yakni kelapa harus cukup tua dan kering di pohon, sehingga bisa pecah dengan sendirinya.

"Kulit ari pada daging kelapa tidak perlu dikerok, dibiarkan sampai pecah dengan sendirinya itu metode spontan. Ada 3 lapisan, air, minyak, protein kelapa, struktur bisa kebalik yang jelas air bawah," jelasnya.

Setelah itu air dibuang, tersisa minyak dan protein kelapa.

"Minyak jernih tidak rusak baunya harum. Kaya akan vitamin e, serta tahan lama. Menurut riset bisa bertahan selama 3 tahun tanpa mengalamai ketengikan dalam kondisi tutup terbuka," kata dia.

Ia menjelaskan perbedaan proses pembuatan VCO miliknya ini tanpa dipansaskan dan boleh menambahkan sesuatu tanpa merusak santen.

"Produk kami diolah tanpa panas tanpa penambahan bahan kita sebut esktra Virgin Coconut Oil, riset kami sudah banyak, baik kualitas produk maupun kandungan manfaatnya," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved