Nasional

Waspadai Puting Beliung selama Musim Pancaroba

Mulyono menjelaskan, angin puting beliung biasanya terjadi karena adanya angin kuat.

Editor: Ari Nugroho
TRIBUN JOGJA/ Hasan Sakri Ghozali
Cuaca di salah satu sudut kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Meski begitu, masih ada beberapa daerah yang mengalami masa transisi, yakni dari musim penghujan ke musim kemarau.

Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R Prabowo berkata, masyarakat yang tinggal di daerah masih mengalami masa transisi akan merasakan perubahan cuaca tak menentu dari pagi hingga malam hari.

Perubahan cuaca ini sangat mungkin menyebabkan cuaca ekstrem, salah satunya angin putih beliung seperti yang terjadi di wilayah Yogyakarta dan Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (24/4/2018).

Baca: Masyarakat Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat, Angin Kencang dan Petir

Mulyono menjelaskan, angin puting beliung biasanya terjadi karena adanya angin kuat.

"Pada kondisi transisi, cuaca cenderung panas atau terik dari pagi menjelang siang, kemudian saat siang sampai sore pertumbuhan awan cukup kuat. ( Angin puting beliung) diawali dengan hembusan angin kuat atau puting beliung disusul dengan hujan berintensitas tinggi namun durasinya pendek," kata Mulyono kepada Kompas.com melalui pesan teks, Rabu (25/4/2018).

Ia melanjutkan, angin kuat umumnya terjadi di daerah transisi dari daerah padat bangunan dengan daerah padat tutupan hijau.

Pada dua daerah tersebut, dapat menimbulkan perbedaan suhu cukup tinggi yang menyebabkan angin puting beliung.

Mengingat saat ini potensi hujan lebat disertai hembusan angin kencang masih tinggi, Mulyono mengimbau pada semua masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang mungkin terjadi.

"Hujan yang terjadi seminggu terakhir diakibatkan oleh adanya aktivitas cuaca yang tumbuh di Samudera Hindia. Aktivitas cuaca ini bergerak merambat ke arah timur dan melintas wilayah Indonesia mengakibatkan terbentuknya sirkulasi angin dengan pertumbuhan awan yang berakibat menimbulkan hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia," jelas Mulyono.

BMKG meramalkan, potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terjadi hingga Jumat (27/4/2018) di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Baca: BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Mulyono berkata Pancaroba juga akan memicu gelombang laut setinggi dua sampai empat meter akan terjadi di perairan barat Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat pulau Simeulue hingga barat kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-Enggano, perairan barat Lampung.

Selain perairan Sumatera, perairan di Jawa hingga perairan Sumba juga akan mengalami hal serupa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved