DIY

Terkait Praktik Pemasungan, Komnas HAM: Inhuman and Degrading Treatment

Pemasungan merupakan tindakan inhuman and degrading treatment, atau praktik yang sangat tidak manusiawi dan merendahkan martabat.

Terkait Praktik Pemasungan, Komnas HAM: Inhuman and Degrading Treatment
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peneliti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Esti Ningtyas Yulianti, mengaku prihatin terhadap kondisi maraknya kasus pemasungan yang menimpa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Yogyakarta.

Ia mengatakan, pemasungan merupakan tindakan inhuman and degrading treatment, atau praktik yang sangat tidak manusiawi dan merendahkan martabat.

Terlebih, di Yogyakarta, payung hukum bebas pasung telah diundangkan dalam Pergub 81/2014 tentang Pedoman Penanggulangan Pemasungan.

"Praktik pemasungan ini tidak banyak diangkat, padahal ini adalah hal yang sangat krusial untuk diangkat," tandasnya, usai pertemuan dengan jajaran Pemda DIY, di Gedung Pracimasono, Kepatihan, Komplek Kantor Gubernur DIY, Selasa (24/4/2018).

Baca: Tahun 2018, Pemda DIY Target Bebaskan 16 ODGJ dari Pemasungan

Oleh sebab itu, Esti mendorong supaya praktik pasung harus benar-benar dihilangkan.

Lanjutnya, tidak hanya pemasungan di rumah, tapi juga panti sosial.

Ia pun meyakini, masih cukup banyak ODGJ di Yogyakarta yang hingga kini mengalami pemasungan.

"Ya, jumlanya banyak. Tahun lalu, sekitar delapan orang dievakuasi (oleh Dinas Sosial DIY) dari pemasungan. Tapi, itu baru yang ditemukan. Entah, yang belum ditemukan. Ini harus benar-benar dihilangkan," tegasnya.

Namun, Esti tidak memungkiri, untuk mewujudkan Yogyakarta bebas dari praktik pasung, memang dibutuhkan peranan serta yang kuat dari pemerintah.

Dalam artian, pihaknya ingin melihat upaya dan kesungguhan eksekutif, dalam menangani polemik tersebut.

"Apakah pemerintah sudah memberikan pola dan kesadaran terhadap masyarakat, bahwasanya ada cara yang lebih manusiawi dalam menangani penderita gangguan kejiwaan? Itu harus dipastikan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved